Pemkot dan PT KAI Tandatangani MoU untuk Penataan dan Pengembangan Kawasan Stasiun Bogor

Pemerintah Kota Bogor baru-baru ini menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk penataan dan pengembangan kawasan Stasiun Bogor. Acara tersebut berlangsung di Stasiun Bogor Gate, Alun-alun Kota Bogor, pada Senin, 7 September. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat yang semakin meningkat dengan konsep pengembangan yang terintegrasi antara kedua pihak.
Sinergi untuk Meningkatkan Mobilitas
Konsep pengembangan kawasan Stasiun Bogor merupakan hasil kolaborasi antara PT KAI (Persero) dan Pemkot Bogor. Tujuan utama dari kerja sama ini adalah menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang. Dengan adanya penataan kawasan ini, diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas bagi pengguna transportasi umum.
Pada kesempatan yang sama, PT KAI juga menandatangani MoU dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebagai bagian dari upaya penataan. Ini menunjukkan komitmen untuk menghadirkan sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan modern di Kota Bogor.
Visi Wali Kota dalam Penataan Wilayah
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menyatakan bahwa konsep yang diusung oleh PT KAI sejalan dengan rencana Pemkot Bogor untuk melakukan penataan di beberapa ruas jalan, seperti Jalan Nyi Raja Permas, Jalan MA Salmun, dan Jalan Kapten Muslihat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ketertiban dan keindahan kawasan sekitar stasiun.
“Kami sangat mendukung dan menyambut baik kerja sama ini. Selanjutnya, kami akan menyinkronkan rencana yang telah kami buat dengan pelaksanaan oleh PT KAI,” ujar Wali Kota Dedie dalam sesi wawancara dengan media setempat.
Langkah Awal Penataan Kawasan
Sebagai langkah awal dalam penataan kawasan, Pemkot Bogor berencana untuk melakukan penataan di Jalan Nyi Raja Permas hingga ujung Jalan MA Salmun. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki ketertiban dan keindahan area tersebut. “Tahun depan, kami juga akan melanjutkan penataan di Jalan Mayor Oking dan Jalan Kapten Muslihat,” tambah Wali Kota.
Di samping itu, penataan juga akan dilakukan di Jalan Dewi Sartika untuk menjadikannya sebagai jalan protokol yang dikelola oleh Pemkot Bogor. Hal ini akan dilakukan bersamaan dengan selesainya kontrak Build Operate Transfer (BOT) dari PT Propindo.
Penghapusan Hambatan di Jalan Dewi Sartika
Wali Kota Dedie menyampaikan rencana untuk melakukan pembongkaran bangunan yang menjorok ke jalan. “Kami ingin memastikan Jalan Dewi Sartika tidak terhambat oleh bangunan apapun, sehingga jalur dari Alun-alun hingga Jalan Sawojajar dapat berjalan dengan lancar,” jelasnya.
Revitalisasi Stasiun Bogor yang Bersejarah
Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin, menekankan bahwa dalam penataan kawasan ini, pihaknya bertujuan untuk mengembalikan identitas Stasiun Bogor yang kaya akan sejarah. Bangunan tua yang berdiri sejak tahun 1881 akan dijadikan sebagai bagian depan dari New Stasiun Bogor yang akan dibangun.
Dalam proses penataan ini, PT KAI memiliki tiga konsep utama yang akan diterapkan. Pertama adalah konektivitas antara Stasiun Bogor dan Stasiun Paledang, serta kawasan di sekitarnya. Ini bertujuan untuk mempermudah aksesibilitas bagi masyarakat.
Integrasi Moda Transportasi
Kedua, PT KAI juga berkomitmen untuk meningkatkan konektivitas dengan moda transportasi lainnya. “Kami ingin menjadikan Stasiun Bogor sebagai pusat intermoda. Di sini akan ada Trans Pakuan, angkutan daring, serta moda transportasi lainnya. Kami bahkan sedang berdiskusi untuk menghadirkan konsep LRT atau trem perkotaan yang terintegrasi di kawasan ini,” ungkap Bobby.
Ketiga, fokus pada pengembangan ruang-ruang terbuka dan ruang ekonomi yang dikenal dengan Transit Oriented Development (TOD). Konsep ini akan menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas ekonomi sekaligus memberikan ruang terbuka bagi masyarakat.
Proses Revitalisasi yang Berkelanjutan
Proses revitalisasi Stasiun Bogor sebenarnya telah dimulai sejak beberapa bulan terakhir. Dalam waktu tiga bulan, PT KAI telah melakukan penutupan peron 6, 7, dan 8 untuk perbaikan. “Kami sudah membuka kembali peron tersebut dengan panjang yang lebih baik dan dilengkapi kanopi, sehingga kapasitas angkut harian meningkat hingga 30%,” ujar Bobby.
Saat ini, PT KAI juga sedang melakukan perbaikan pada peron 4 dan 5 untuk penambahan kanopi demi kenyamanan penumpang. “Dengan adanya kanopi, pengguna tidak perlu khawatir kehujanan saat menunggu kereta,” tambahnya.
Pembangunan Zona Penjemputan di Tahun Depan
Pada tahun depan, pembangunan akan dilanjutkan di sisi selatan stasiun yang akan berfungsi sebagai zona penjemputan dan pengantaran bagi angkutan kota. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan bagi pengguna transportasi di kawasan Stasiun Bogor.
Dengan kolaborasi antara Pemkot Bogor dan PT KAI, serta dukungan dari berbagai pihak, diharapkan penataan kawasan Stasiun Bogor dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Keberadaan stasiun yang terintegrasi dan nyaman akan menjadi salah satu langkah maju dalam peningkatan kualitas transportasi publik di Kota Bogor.
➡️ Baca Juga: Smartwatch Terbaik untuk Olahraga dan Pemantauan Kesehatan yang Perlu Anda Miliki
➡️ Baca Juga: Nikmati Sensasi Air Panas Sumber Kawah di The Glorious Crater Kamojang yang Menyegarkan



