pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

slot depo 10k slot depo 10k
Daerah

Basarnas Maksimalkan Sumber Daya untuk Pencarian Jurnalis Hilang di Krakatau

Jakarta – Dalam upaya untuk menemukan rombongan jurnalis dan awak kapal cepat yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Basarnas telah mengerahkan seluruh kekuatan dan armada gabungan. Kejadian ini terjadi ketika mereka sedang melaksanakan tugas jurnalistik di area yang dikenal dengan aktivitas vulkaniknya yang tinggi.

Komitmen Basarnas dalam Pencarian

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menegaskan bahwa pihaknya bersama dengan unsur lain di lapangan akan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk memastikan pencarian berjalan dengan baik. “Kami mohon doa dari masyarakat agar proses pencarian ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan semua korban bisa ditemukan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Rabu malam.

Profil Korban yang Hilang

Dalam pencarian tersebut, terdapat total delapan orang yang dilaporkan hilang, terdiri dari lima jurnalis dan tiga anggota awak kapal. Nama-nama jurnalis yang hilang antara lain:

  • M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA)
  • Ari Basuki (Merdeka.com)
  • Yudhistiro (iNews)
  • Firdaus (Anadolu)
  • Donal (jurnalis lepas)

Sementara itu, tiga orang lainnya yang hilang adalah Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu).

Tanggapan Resmi Terkait Musibah

Edy Prakoso juga menyampaikan rasa prihatinnya atas musibah yang menimpa para jurnalis dan awak kapal tersebut, serta menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus dilakukan secara masif. Basarnas berkomitmen untuk mencari dan menemukan semua korban dalam kondisi yang selamat.

Awal Operasi Pencarian

Pencarian awal yang dilaksanakan oleh Kantor SAR Banten dimulai pada hari Selasa, 8 September, dengan mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB-02 untuk melakukan pencarian dalam radius 3,2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Meskipun telah dilakukan pencarian, hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan objek yang dicari.

Pemekaran Wilayah Pencarian

Pada Rabu, 9 September, tim SAR memperluas area pencarian dengan membagi wilayah pencarian seluas 68,3 nautical mile menjadi empat sektor Unit Pencarian dan Pertolongan (SRU). Langkah ini diambil untuk meningkatkan efektivitas pencarian dan melibatkan armada SAR dari berbagai instansi.

Armada yang Dikerahkan

Berbagai unsur armada telah dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian ini, antara lain:

  • KN SAR Tetuka milik Basarnas
  • KRI Loser, KRI Kerambit, KRI Lepu, KAL Anyer, dan KAL Pahawang milik TNI AL
  • KP Sanjaya milik Polairud
  • Tiga unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Kantor SAR Banten dan Lampung
  • Relawan dan nelayan lokal sebagai potensi SAR

Saat ini, hasil pencarian yang dilakukan masih nihil, dan tim SAR tetap dipimpin oleh Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin dan Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo.

Strategi Pencarian yang Diterapkan

Basarnas menginformasikan bahwa operasi pencarian akan dilanjutkan pada Kamis, 10 September pagi. Fokus pencarian akan diarahkan ke sisi utara area Gunung Anak Krakatau, dengan pertimbangan terhadap arus laut, pergeseran ombak, dan arah angin yang dapat mempengaruhi efektivitas pencarian.

Imbauan kepada Masyarakat

Edy juga mengingatkan masyarakat dan pelaku aktivitas pelayaran di sekitar perairan Selat Sunda untuk mematuhi arahan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Ia menegaskan pentingnya untuk tidak memasuki zona berbahaya yang berada dalam radius 3 kilometer dari puncak kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

Informasi Terkait Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Menurut laporan dari PVMBG, Gunung Anak Krakatau mulai mengalami erupsi sejak Jumat, 4 September, pada pukul 23.07 WIB. Paparan abu vulkanik yang dihasilkan bahkan telah menyebar hingga ke lintas provinsi, menambah kompleksitas terhadap situasi pencarian.

Potensi Bahaya dari Aktivitas Vulkanik

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga). Dalam kondisi ini, masyarakat diimbau untuk mewaspadai berbagai potensi bahaya yang dapat muncul, seperti:

  • Aliran lava
  • Lontaran batu pijar
  • Awan panas
  • Hujan abu vulkanik
  • Gelombang tsunami

Dengan situasi yang terus berkembang ini, Basarnas dan instansi terkait berkomitmen untuk melaksanakan pencarian dengan sepenuh hati, demi keselamatan dan keamanan semua yang terlibat. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti perkembangan berita serta instruksi dari pihak berwenang.

➡️ Baca Juga: Kesenjangan Kompetensi ASN Menjadi Fokus Utama dalam Peningkatan Kualitas Layanan Publik

➡️ Baca Juga: Perang di Timur Tengah Mengakibatkan Penundaan MotoGP Qatar Hingga Bulan November

Related Articles

Back to top button