Trump: Operasi Militer Iran Lebih Enteng, seperti Sebuah Ekspedisi Singkat
— Paragraf 1 —
WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Rabu (11/3), menganggap operasi militer terhadap Iran sejatinya lebih mudah dari perkiraan awal Washington.
— Paragraf 2 —
Pada awal Maret lalu, dalam sebuah konferensi pers, Trump menyebut operasi di Timur Tengah sebagai “sebuah ekspedisi singkat”.
— Paragraf 3 —
“Ya, ini keduanya, sebuah ekspedisi akan menjauhkan kami dari perang dan perang itu akan menjadi; bagi mereka itu adalah perang, bagi kami, ternyata lebih mudah dari yang kami duga,” kata Trump kepada wartawan.
— Paragraf 4 —
Pernyataan itu dia sampaikan saat kunjungannya ke Cincinnati, Ohio, saat menjawab pertanyaan wartawan apakah operasi tersebut harus dianggap sebagai perang atau “sebuah ekspedisi”.
— Paragraf 5 —
Pada 28 Februari, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik AS di Timur Tengah.
— Paragraf 6 —
AS dan Israel awalnya mengklaim serangan mereka itu diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran. Namun, mereka segera memperjelas bahwa serangan itu dilakukan karena mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.
— Paragraf 7 —
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas pada hari pertama operasi militer AS dan Israel itu. Republik Islam Iran menyatakan 40 hari masa berkabung.
— Paragraf 8 —
Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei itu sebagai tindak pelanggaran sinis terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia mengutuk operasi AS-Israel itu dan menyerukan segera dilakukan deeskalasi dan penghentian permusuhan.
➡️ Baca Juga: Pembangunan Tol Bawen-Ambarawa Rampung, Akses Wisata Borobudur dan Dieng Makin Mudah
➡️ Baca Juga: Sharing Hal Unik Sampai yang Paling Malu-maluin di Bulan Puasa!