Tetap Melayani Dimasa Pandemi, Smartdukcapil Kota Serang Diserbu 7000 User Baru

Serang-

Terhitung bulan Maret hingga bulan Juli pengguna aktif Smartdukcapil mengalami peningkatan, dari 13.140 sebelum pandemi Covid 19 kini menjadi 20.522 user, demikian dikatakan Mamat Hambali Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Serang, saat ditemui GembongBanten.co.id di ruang kerjanya, Selasa (04/08/2020)

Kata Kadis, User mengalami peningkatan sebesar 7.382 dimana permohonan yang mereka ajukan variatif diantaranya KTP-El, Akte Kelahiran, Akte Kematian, SKPWNI ( pindah datang / pindah keluar) dan Kartu Identitas Anak, ujarnya.

“Jelas, Aplikasi Smartdukcapil menjadi alternatif solusi terbaik dimasa pandemi Covid 19, karena masyarakat tidak perlu datang langsung ke kantor kami untuk mengurus adminduknya, ” ungkap Kadis.

Hal senada disampaikan Arif Rahman Hakim Sekretaris Disdukcapil Kota Serang, bahwa Aplikasi Smartdukcapil menjadi andalan pelayanan kami kepada masyarakat disamping pelayanan online via WhatsApp, karena dari rumah warga sudah bisa mengakses untuk mengajukan permohonan KTP, Akte dan KIA, jelasnya.

“Periode Maret hingga Juli jumlah KTP -El yang tercetak 4.101, Akte Kelahiran sebanyak 1.084, Akte Kematian sebanyak 47, SKPWNI kedatangan sebanyak 16 dan KIA sebanyak 408, jumlah ini mengalami peningkatan, karena memang pelayanan Smartdukcapil ini sebenarnya sudah berlaku jauh sebelum pandemi, namun dimasa pandemi intensitas trafic nya meningkat diatas 50%, “papar Sekdis.

Masih kata Sekdis, keluhan dari masyarakat tentunya ada saja, karena kapasitas server yang tidak mencukupi sehingga sering error atau susah masuk, dimana karena traffic nya meningkat jadi hampir over load, meski demikian ini tetap menjadi solusi alternatif pelayanan bagi kami, dimana setelah mendaftar melalui Smartdukcapil masyarakat datang untuk mengambil dokumen pada hari dan waktu yang sudah di beritahukan via sms notifikasi atau via email, tuturnya.

Selain itu, kami juga tetap melaksanakan program Jemput bola dimana ada yang berbeda pada jemput bola sekarang ini, yakni teknisnya masyarakat tidak langsung menemui petugas jemput bola tetapi kita layangkan surat ke Kelurahan dari pihak Kelurahan kerja sama dengan ketua RT/ RW sehingga berkas dari masyarakat yang mengajukan permohonan di kolektif per RT, Kita kerjakan disana tapi tidak ada kerumunan
dan berkas yang sudah selesai kita berikan ke kelurahan dari kelurahan baru diberikan melalui RT kepada masyarakat yang mengajukan, jelas Sekdis.

“Dibulan Juli program Jemput bola dilaksanakan di Kecamatan Curug di lima Kelurahan diantaranya Kelurahan Sukajaya, Sulaksana, Pancalaksana, Sukawana, dan Tinggar, jika dirata-ratakan sekitar 300 lembar per Kelurahan jadi sekitar 1500 lembar Akte Kelahiran yang tercetak dari program Jemput bola kemarin,” terang Sekdis.

Untuk pelayanan perekaman KTP-El juga diawal new normal kita sudah mulai melayani,
dimana kami ada program bagi KTP pemula, bagi yang perekaman dimasing-masing Kecamatan, maka pihak Kecamatan memohon cetak ke kami maka esok harinya sudah bisa di ambil ke Disdukcapil oleh pihak Kecamatan, ini mulai diberlakukan mulai 1 juli kemarin, karena selama ini banyak warga yang setelah perekaman tapi tidak melakukan permohonan cetak, sehingga PRR ( Print Ready Record ) menumpuk bahkan tumpang tindih datanya.

Lanjut Sekdis, Inovasi terbaru dari kami adalah Kerjasama dengan Kantor Pos untuk menghantar dokumen kependudukan bagi yang PRR, atau yang pemohon melalui via WhatsApp, inovasi ini kami lakukan supaya masyarakat tidak memerlukan datang ke kantor Disdukcapil, cukup dirumah biar pa Pos yang antar, tandasnya.

Kepada masyarakat bagi yang belum perekaman agar segera melakukan perekaman di kantor Kecamatan atau di Disdukcapil, tetapi jangan sampai masyarakat merekam E- KTP lebih dari satu kali, jika sudah pernah rekaman tapi belum memiliki KTP, agar segera mendatangi Disdukcapil dengan membawa Kartu Keluarga, tutup Sekdis. (Adv/taty).

 396 total views

Leave a Reply

Your email address will not be published.