LAZ PERSIS Pertahankan WTP Ke-16 Berturut-Turut untuk Tingkatkan Kepercayaan Umat

Dalam dunia pengelolaan zakat, transparansi dan akuntabilitas merupakan dua aspek yang sangat penting. Lembaga Amil Zakat Persatuan Islam (LAZ PERSIS) telah membuktikan komitmennya terhadap kedua aspek ini dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ke-16 kalinya secara berturut-turut. Prestasi ini bukan hanya sekadar angka, tetapi merupakan cerminan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat yang dilakukan oleh lembaga ini.
Mencapai Opini WTP Ke-16 Secara Berturut-turut
Pencapaian opini WTP yang diraih LAZ PERSIS pada laporan keuangan tahun buku 2025 menunjukkan betapa seriusnya lembaga ini dalam menjalankan amanah umat. Dr. H. Haris Muslim, Lc., selaku Ketua Dewan Syariah LAZ PERSIS dan Sekretaris Umum PERSIS, mengungkapkan bahwa capaian ini disampaikan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Budiandru dan Rekan dalam acara Exit Meeting audit yang dilaksanakan pada 2 September 2026.
Menurut Haris, pencapaian ini menandai rekor opini WTP ke-16 berturut-turut dalam sejarah pengelolaan keuangan lembaga. Hal ini menunjukkan konsistensi dan dedikasi LAZ PERSIS dalam mempertahankan standar tinggi dalam pengelolaan dana zakat.
Keandalan Laporan Keuangan
Berlandaskan laporan dari auditor independen, posisi keuangan per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan dan arus kas, dinyatakan wajar dalam seluruh hal yang material sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Syariah. Hal ini memberikan keyakinan kepada umat bahwa dana zakat dikelola dengan benar dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
- Pengelolaan dana yang transparan
- Akuntabilitas yang tinggi
- Penerapan standar akuntansi syariah
- Pengawasan yang ketat dari auditor independen
- Peningkatan kinerja lembaga setiap tahun
Peningkatan Kinerja Lembaga
Heri Solehudin, S.E., selaku Direktur Utama LAZ PERSIS, menjelaskan bahwa pencapaian opini tertinggi tanpa adanya catatan khusus dari auditor independen beriringan dengan lonjakan signifikan dalam kinerja lembaga. Dalam laporan keuangan yang telah diaudit untuk tahun 2025, LAZ PERSIS berhasil mencatatkan total pendapatan sebesar Rp57,6 miliar.
Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat menggembirakan, di mana aset lembaga tumbuh hingga 49 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pencapaian ini tidak hanya berkontribusi pada kelangsungan lembaga, tetapi juga membuka peluang lebih besar dalam mendistribusikan zakat kepada yang membutuhkan.
Menjaga Prinsip Syariah dan Amanah Umat
Dalam konteks ini, Dr. H. Haris Muslim menekankan bahwa akuntabilitas dalam pengelolaan zakat harus memenuhi dimensi kepatuhan syariah yang luas. Opini WTP yang diraih dengan konsisten merupakan penghargaan atas usaha LAZ PERSIS dalam menjaga amanah umat, lebih dari sekadar pencapaian administratif.
“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa dana zakat dikelola dengan tepat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Heri. Dengan pencapaian ini, manajemen bertekad untuk memperkuat efektivitas pendistribusian dana zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) serta menjaga integritas sistem single entity di seluruh jaringan lembaga.
Tanggung Jawab dalam Mengelola Zakat
Pencapaian WTP ke-16 berturut-turut ini bukan hanya sekadar kebanggaan bagi LAZ PERSIS, tetapi juga merupakan tanggung jawab yang besar. Setiap pencapaian yang diraih harus diimbangi dengan upaya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan dan transparansi. Ini adalah wujud nyata dari komitmen LAZ PERSIS untuk memenuhi amanah yang diberikan oleh umat.
Melalui pengelolaan yang professional dan bertanggung jawab, LAZ PERSIS berupaya untuk meningkatkan kepercayaan umat. Hal ini penting agar masyarakat semakin yakin bahwa zakat yang mereka berikan akan dikelola dengan baik dan tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Strategi Pendistribusian yang Efektif
Manajemen LAZ PERSIS berupaya untuk memastikan bahwa setiap dana yang diterima akan digunakan secara efektif. Beberapa strategi yang telah diterapkan meliputi:
- Pengawasan yang ketat terhadap penggunaan dana
- Penerapan sistem informasi yang transparan
- Peningkatan kapasitas SDM dalam pengelolaan zakat
- Kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jaringan distribusi
- Monitoring dan evaluasi yang berkesinambungan
Dengan semua upaya tersebut, LAZ PERSIS berkomitmen untuk tidak hanya mempertahankan tetapi juga meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di masa mendatang. Pencapaian opini WTP ke-16 berturut-turut adalah dorongan untuk terus berinovasi dan meningkatkan layanan kepada masyarakat.
Kesimpulan
Pencapaian opini WTP ke-16 berturut-turut oleh LAZ PERSIS adalah bukti nyata dari komitmen lembaga ini dalam menjalankan amanah umat. Dengan pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip syariah, LAZ PERSIS semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga zakat terpercaya. Kepercayaan umat adalah aset berharga yang harus dijaga dan terus ditingkatkan demi kebaikan bersama.
➡️ Baca Juga: Manchester United Investasikan 67 Juta Dolar untuk Andrey Santos, Langkah Strategis Jangka Panjang?
➡️ Baca Juga: Elnusa Realisasikan Capex Rp566 Miliar untuk Perkuat Momentum Pertumbuhan




