MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning Beraksi Cegah Karhutla di Ciremai – Video

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi masalah serius yang mengancam ekosistem dan kehidupan warga di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Dalam upaya mencegah bencana ini, kolaborasi antara petugas dan masyarakat sangatlah penting. Paguyuban Silihwangi Majakuning, sebagai salah satu inisiator, berperan aktif bersama Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Polres, dan Pemerintah Kabupaten Majalengka untuk mengoptimalkan kesiapsiagaan serta partisipasi masyarakat dalam pencegahan karhutla di Ciremai.
Peran Paguyuban Silihwangi Majakuning dalam Pencegahan Karhutla
Paguyuban Silihwangi Majakuning, yang terdiri dari Masyarakat Peduli Api (MPA), berkomitmen untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Melalui sinergi yang baik antara paguyuban dan instansi terkait, diharapkan dapat meningkatkan ketahanan kawasan hutan di TNGC. Kegiatan ini mencakup pelatihan, sosialisasi, dan kerjasama dalam patroli untuk mendeteksi serta mengatasi potensi kebakaran sedini mungkin.
Apel Siaga Karhutla
Ketua Paguyuban Silihwangi Majakuning, Nandar Junar Arif, menekankan pentingnya apel siaga yang diadakan oleh Polres Majalengka pada 13 Agustus sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antar instansi dan masyarakat. Apel ini menjadi momentum bagi 14 kelompok MPA yang tergabung dalam paguyuban untuk bersatu dalam menjaga kelestarian kawasan Gunung Ciremai. Ini juga melibatkan 14 kelompok lain yang tersebar di Kabupaten Kuningan.
Aktivitas Masyarakat Peduli Api
MPA di bawah naungan Paguyuban Silihwangi Majakuning selama ini aktif terlibat dalam pencegahan dan penanganan kebakaran. Dengan dukungan 14 Kelompok Tani Hutan yang berfungsi ganda sebagai MPA, mereka siap dikerahkan untuk melakukan patroli dan menanggulangi titik api. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran.
Keberhasilan MPA dalam Memadamkan Api
Salah satu contoh konkret dari upaya Paguyuban Silihwangi Majakuning adalah keberhasilan mereka dalam memadamkan kebakaran di TNGC pada 8 Agustus 2026. Kebakaran tersebut terjadi di Blok Kerteuw Grid 15F, Desa Cikaracak, Kecamatan Argapura. Ketika titik api terdeteksi sekitar pukul 13.00 WIB, paguyuban segera berkoordinasi dengan Kepala Resort BTNGC dan mengerahkan sekitar 20 anggota MPA Meong Congkok untuk melakukan pemadaman.
Monitoring Pasca Pemadaman
Setelah api berhasil dipadamkan, tim MPA tidak berhenti begitu saja. Mereka melanjutkan dengan melakukan monitoring untuk memastikan tidak ada titik api baru yang muncul. Nandar menegaskan bahwa MPA juga rutin dilibatkan dalam patroli dengan TNGC, mengisi posko siaga, serta menjaga sekat bakar guna mencegah sebaran api. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kelestarian hutan.
Ajakan kepada Masyarakat untuk Berpartisipasi
Paguyuban Silihwangi Majakuning mengajak masyarakat di desa-desa penyangga TNGC untuk berperan aktif dalam menjaga hutan, terutama di musim kemarau yang rentan terhadap kebakaran. Sesuai dengan himbauan dari Wakapolres, keterlibatan masyarakat sangat krusial dalam mendeteksi dini titik api dan menghindari meluasnya kebakaran. Kesadaran dan tindakan cepat dari masyarakat dapat membuat perbedaan signifikan dalam upaya pencegahan karhutla di Ciremai.
Langkah-Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan Masyarakat
Untuk mendukung upaya pencegahan karhutla, masyarakat dapat mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
- Melaporkan segera jika melihat asap atau api di area hutan.
- Berpartisipasi dalam sosialisasi dan pelatihan yang diadakan oleh paguyuban.
- Menjaga kebersihan area hutan dan tidak membuang sampah sembarangan.
- Menghindari pembakaran lahan tanpa izin dan pengawasan.
- Berkoordinasi dengan pihak berwenang jika menemukan potensi kebakaran.
Dengan berbagai upaya kolaboratif antara Paguyuban Silihwangi Majakuning, instansi pemerintah, dan masyarakat, diharapkan ancaman kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir. Keterlibatan aktif masyarakat dalam pencegahan karhutla di Ciremai menjadi kunci sukses untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah dampak negatif yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan.
➡️ Baca Juga: Putusan MK Ubah Skema Korupsi, KPK Perlu Koordinasi dengan BPK untuk Penegakan Hukum yang Efektif
➡️ Baca Juga: Teh Celup Sosro Salurkan 6.700 Paket Berbuka untuk Masyarakat Sumatra Utara dan Aceh

