happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

kpkgg
Megapolitan

Proyek Galian Rawa Belong Ditargetkan Selesai Sebelum Awal Desember 2023

Proyek infrastruktur yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas jalan dan aksesibilitas di Jakarta Barat sedang berlangsung, khususnya di kawasan Rawa Belong. Dengan target penyelesaian sebelum awal Desember 2023, proyek ini ditujukan untuk memperbaiki trotoar dan saluran air di area tersebut. Pekerjaan ini, meskipun penting untuk kemajuan kota, menimbulkan tantangan dalam hal kelancaran lalu lintas, terutama di jam sibuk.

Detail Proyek Galian Rawa Belong

Menurut informasi dari Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat, proyek galian yang mencakup peninggian trotoar dan perbaikan saluran drainase di Jalan Rawa Belong akan berlangsung dari tanggal 4 September hingga 2 Desember 2023. Kepala Seksi Prasarana dan Sarana Utilitas Kota dan Penerangan Umum, Budi Cahyo Wardoyo, mengungkapkan bahwa panjang trotoar yang akan diperbaiki mencapai sekitar 870 meter.

Area Pekerjaan dan Dampaknya

Selain di Jalan Rawa Belong, Sudin Bina Marga juga melakukan perbaikan di beberapa titik lain di Jakarta Barat. Lokasi-lokasi yang mendapatkan perhatian termasuk:

  • Jalan Roa Malaka, Kecamatan Tambora
  • Jalan Anggrek Neli Murni, Kecamatan Palmerah
  • Jalan Palmerah Barat, Kecamatan Palmerah
  • Jalan Meruya Ilir, Kecamatan Kembangan

Namun, proyek ini tidak lepas dari kritik, terutama terkait dampaknya terhadap kemacetan lalu lintas. Area sekitar Jalan Rawa Belong, yang sudah terkenal padat saat jam pulang kerja, mengalami peningkatan kemacetan yang signifikan akibat aktivitas proyek ini.

Lokasi dan Progres Pekerjaan

Proyek galian ini berada di dekat lampu merah Rawa Belong, yang mengarah ke Pasar Bunga. Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa alat berat telah disiapkan, sementara sejumlah pekerja sedang melakukan aktivitas penggalian. Galian yang baru dimulai ini memiliki panjang lebih dari 10 meter, yang mengakibatkan hampir setengah dari badan jalan tertutup.

Kondisi ini berkontribusi pada arus lalu lintas yang sangat padat di sekitar lokasi proyek. Pengemudi dan pejalan kaki harus menghadapi situasi yang semakin sulit, dengan kendaraan bergerak lambat dan sering terhenti.

Pandangan Masyarakat Terhadap Proyek

➡️ Baca Juga: Dorong Kain Nusantara Menjadi Kekuatan Budaya dan Ekonomi Perempuan yang Berkesinambungan

➡️ Baca Juga: Investasi Jepang di Indonesia Mencapai US$23,3 Miliar, Fokus pada Energi dan Infrastruktur

Related Articles

Back to top button