JAC Motors Fokus pada Sektor Pertambangan untuk Meningkatkan Penjualan Kendaraan Listrik

Jakarta – PT Indomobil JAC Motors Indonesia melihat sektor pertambangan sebagai salah satu pilar utama untuk memperkuat penjualan kendaraan listrik komersial di tanah air. Saat ini, sekitar 40% dari total penjualan perusahaan ini berasal dari industri pertambangan. Menurut Chief Operating Officer Indomobil JAC, Reggie Kurnia, perusahaan menargetkan tiga segmen utama dalam pengembangan kendaraan komersial, yaitu pertambangan, logistik, dan perkebunan. Dari ketiga sektor tersebut, pertambangan menunjukkan kontribusi penjualan yang paling signifikan.
Peluang Penjualan di Sektor Pertambangan
Reggie Kurnia mengungkapkan bahwa potensi penjualan di sektor pertambangan masih terbuka lebar, terutama seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan kendaraan operasional yang lebih efisien. JAC Motors berkomitmen untuk meningkatkan volume penjualannya dalam waktu dekat. “Kami ingin meningkatkan penjualan sebanyak mungkin,” tegas Reggie.
Target Penjualan Ambisius
Saat ini, JAC Motors mencatat penjualan sekitar 300 unit dan menargetkan untuk mencapai 500 unit. Menurut Reggie, sektor pertambangan menjadi pasar yang menjanjikan bagi kendaraan listrik karena dapat membantu perusahaan mengurangi biaya bahan bakar. Mengingat tren kenaikan harga dan keterbatasan suplai bahan bakar minyak (BBM), efisiensi menjadi kunci utama.
Keunggulan Kendaraan Listrik di Pertambangan
Reggie menjelaskan bahwa kendaraan listrik JAC Motors menawarkan beberapa keuntungan, antara lain:
- Tidak memerlukan bahan bakar minyak, sehingga mengurangi ketergantungan pada BBM.
- Menawarkan efisiensi biaya operasional yang lebih baik dibandingkan kendaraan konvensional.
- Kendaraan dapat mencapai efisiensi hingga 61% dalam hal pengeluaran operasional dan biaya pemeliharaan.
- Penggunaan daya listrik yang lebih efisien dibandingkan bahan bakar fosil.
Menjawab Tantangan di Sektor Pertambangan
Meskipun prospek terlihat menjanjikan, Reggie mengakui bahwa ada tantangan signifikan yang harus dihadapi dalam mendorong adopsi kendaraan listrik di sektor pertambangan. Salah satu tantangan terbesar adalah keraguan dari calon pengguna untuk beralih dari kendaraan konvensional. Beberapa aspek yang menjadi pertimbangan antara lain:
- Ketersediaan infrastruktur pengisian daya.
- Performa dan daya tahan kendaraan listrik.
- Biaya perawatan dan layanan purnajual.
“Tantangan utama adalah ketidakpastian dari calon pengguna untuk mencoba kendaraan listrik,” kata Reggie.
Solusi One-Stop untuk Kendaraan Listrik
Untuk mengatasi tantangan tersebut, JAC Motors Indonesia bersama dengan E-Mobile mengembangkan sebuah konsep layanan terintegrasi atau one-stop solution. Layanan ini mencakup penjualan kendaraan, layanan purna jual, serta penyediaan fasilitas pengisian daya.
“Kami ingin memberikan solusi lengkap kepada pelanggan, mulai dari penjualan hingga dukungan purna jual, termasuk penyediaan charger. Dengan pendekatan ini, kami berharap dapat menjawab semua tantangan yang ada,” ujar Reggie.
Inovasi Kendaraan Listrik di Mining Indonesia 2026
Dalam ajang Mining Indonesia 2026, JAC Motors memperkenalkan dua model kendaraan listrik, yaitu Trekker T9 EV dan UrbanMover N90 EV. Reggie berharap partisipasi JAC Motors dalam pameran ini dapat memperluas eksposur produk kendaraan listrik mereka di kalangan pelaku industri pertambangan.
“Ini adalah kali pertama JAC Motors berpartisipasi dalam Mining Expo, dan kami berharap pengunjung serta pelaku pertambangan dapat melihat potensi dari produk-produk elektrik kami sebagai solusi untuk tantangan yang ada di sektor ini,” pungkasnya.
➡️ Baca Juga: Kembangkan Skill Mandiri untuk Menghasilkan Pendapatan Tanpa Bergantung pada Pekerjaan Kantoran
➡️ Baca Juga: Mendikdasmen Instruksikan Pembatasan Penggunaan Listrik untuk Sekolah Ramah Lingkungan




