SDN Rejodadi Bantul Selesai Direvitalisasi Setelah 50 Tahun Tanpa Rehabilitasi Besar

SD Negeri Rejodadi, yang terletak di Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, baru-baru ini mengalami pembaruan signifikan setelah hampir setengah abad tanpa rehabilitasi besar. Dengan dana bantuan revitalisasi sebesar Rp378.487.672, sekolah ini kini memiliki fasilitas yang lebih baik, menjadikannya tempat yang lebih nyaman bagi para siswa dan staf pengajar. Proyek revitalisasi ini bukan hanya sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga menjawab kebutuhan akan ruang belajar yang modern dan fungsional.

Sejarah dan Latar Belakang SDN Rejodadi

SD Negeri Rejodadi didirikan pada tahun 1976 dan awalnya berfungsi sebagai rumah dinas bagi buruh. Selama hampir 50 tahun, gedung ini tidak pernah mendapatkan rehabilitasi yang berarti. Keadaan ini tentunya mempengaruhi kualitas pendidikan yang diberikan kepada siswa. Kepala sekolah, Siti Sarofah, mengungkapkan bahwa kondisi bangunan yang mulai menua sangat mempengaruhi kenyamanan dan efektivitas proses belajar mengajar.

Proses Revitalisasi yang Terencana

Pada 28 April 2026, SDN Rejodadi menandatangani perjanjian kerja sama untuk program revitalisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut. Pekerjaan fisik dimulai pada 13 Juni dan kini telah rampung sepenuhnya. Dengan selesainya proyek ini, SDN Rejodadi kini menjadi sekolah yang lebih siap dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern.

Fasilitas yang Diperbaiki

Salah satu fokus dari dana revitalisasi ini adalah rehabilitasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan laboratorium komputer. Fasilitas-fasilitas ini sangat penting untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dan pelaksanaan asesmen bagi para siswa. Dengan adanya ruang yang lebih baik, diharapkan siswa dapat berpartisipasi lebih aktif dalam kegiatan pendidikan.

Dukungan Digitalisasi Pembelajaran

Selain perbaikan fisik, SDN Rejodadi juga mendapatkan dukungan dalam hal digitalisasi pembelajaran. Siti Sarofah menekankan pentingnya penggunaan teknologi dalam pendidikan. Sekolah ini telah mengadopsi perangkat Interactive Flat Panel (IFP) untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga siswa dapat lebih terlibat dalam proses belajar.

Implementasi Perangkat Digital

Distribusi sebanyak 927 perangkat IFP ke berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Bantul diharapkan dapat mendukung pembelajaran yang lebih interaktif. Perangkat ini memberikan kesempatan bagi guru dan siswa untuk mengeksplorasi materi pelajaran dengan cara yang lebih menarik dan inovatif. Keberadaan teknologi ini menjadi langkah maju untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Pentingnya Peningkatan Kompetensi Guru

Menurut Susianto, perwakilan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta, ketersediaan perangkat digital harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi guru. Sekolah-sekolah yang menerima bantuan diharapkan dapat memaksimalkan fasilitas yang ada untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Hal ini penting agar investasi dalam infrastruktur pendidikan membuahkan hasil yang optimal.

Optimalisasi Fasilitas untuk Pembelajaran

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, dalam kunjungannya untuk meninjau hasil revitalisasi SDN Rejodadi, mengingatkan bahwa fasilitas pendidikan yang baru harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ia juga menekankan pentingnya kemampuan guru dalam menggunakan teknologi agar pembaruan sarana sekolah dapat berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran.

Pengembangan Karakter Peserta Didik

Dalam pandangan Bupati Halim, pendidikan tidak hanya sekedar tentang capaian akademik, tetapi juga mencakup pengembangan kecerdasan emosional dan spiritual siswa. Oleh karena itu, sinergi antara guru, kepala sekolah, dan orang tua sangat diperlukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Bantul. Pendekatan holistik dalam pendidikan diharapkan dapat membentuk karakter peserta didik yang lebih baik.

Dengan selesainya revitalisasi SDN Rejodadi, sekolah ini tidak hanya mendapatkan fasilitas yang lebih baik, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk berkembang menjadi lembaga pendidikan yang lebih baik. Melalui dukungan teknologi dan peningkatan kompetensi guru, diharapkan SDN Rejodadi dapat mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik.

➡️ Baca Juga: Analisis Biomekanik untuk Meningkatkan Kecepatan dan Efisiensi Gerakan Pemain Sepak Bola

➡️ Baca Juga: Amazfit Active 3 Premium: Smartwatch Lari GPS Akurat dengan Layar AMOLED Berkualitas

Exit mobile version