Proses pengangkutan sampah di Kota Bandung menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti kini telah kembali ke jalur normal. Hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang selama ini merasakan dampak dari penumpukan sampah di berbagai titik. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, mengungkapkan bahwa situasi penumpukan sampah yang terjadi sebelumnya sudah diperkirakan, mengingat adanya pembatasan dalam kegiatan pengangkutan beberapa waktu lalu.
Proses Pengangkutan Sampah Kembali Normal
Mulai hari ini, aktivitas pengangkutan sampah sudah kembali dilakukan secara rutin. Darto menjelaskan, meskipun pagi hari terlihat banyak tumpukan sampah, dalam waktu beberapa jam ke depan, jumlah tersebut diharapkan akan berkurang secara signifikan. “Kami baru memulai pengangkutan kembali, sehingga jika pagi terlihat penuh, sore ini akan ada pengurangan yang jelas,” ujarnya.
Menurut informasi yang diterima dari sistem Smart Waste Management (SWM), pengangkutan dan pengolahan sampah kini berlangsung di berbagai kawasan. Darto menambahkan, “Saat ini, pengangkutan sudah dilakukan dan pengolahan juga berjalan. Sore ini kami proyeksikan akan ada penurunan signifikan di beberapa area.”
Penanganan Sampah di Tempat Penampungan Sementara
Meski proses pengangkutan telah dimulai, Darto mengakui bahwa masih ada beberapa Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang mengalami penumpukan. Situasi ini disebabkan oleh akumulasi sampah dari hari-hari sebelumnya serta keterbatasan kuota yang dapat diangkut setiap harinya. Beberapa TPS yang menjadi fokus penanganan berada di kawasan Ciwastra, Cijambe, dan Jalan Indramayu.
- Ciwastra
- Cijambe
- Jalan Indramayu
Di ketiga lokasi tersebut, meskipun upaya penanganan telah dilakukan, volume sampah masih belum sepenuhnya teratasi dalam waktu singkat.
Program Pengolahan Sampah Melalui Gaslah
Selain pengangkutan menuju TPA, upaya pengolahan sampah di tingkat kewilayahan juga terus berlangsung melalui program Gaslah. Hingga 23 Maret 2026 pukul 12.29 WIB, tercatat bahwa empat kecamatan telah melampaui target pengolahan harian. Sementara itu, sepuluh kecamatan lainnya menunjukkan capaian di atas 50 persen tetapi belum mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan.
- Ujungberung
- Bandung Kidul
- Batununggal
- Cibiru
- Gedebage
Kecamatan-kecamatan yang telah mencapai target harian di antaranya termasuk Ujungberung, Bandung Kidul, dan Batununggal. Sementara itu, kecamatan lain seperti Cibiru, Gedebage, Kiaracondong, Arcamanik, Antapani, dan Mandalajati juga menunjukkan hasil yang positif dengan capaian di atas 50 persen.
Harapan untuk Meningkatkan Pengolahan Sampah
DLH Kota Bandung optimis bahwa capaian pengolahan sampah melalui program Gaslah akan terus meningkat hingga sore hari. Mereka menargetkan agar seluruh kecamatan dapat melampaui 50 persen dari target harian yang telah ditetapkan. Untuk memastikan penanganan berlangsung efektif, DLH juga telah melakukan koordinasi lintas perangkat daerah.
Rapat koordinasi dengan pihak kewilayahan dan instansi terkait diadakan untuk memantau kondisi di lapangan dan mempercepat penanganan di titik-titik prioritas. Darto menegaskan, mulai hari berikutnya, aktivitas pengelolaan sampah akan ditingkatkan secara bertahap, baik dari sisi pengangkutan ke TPS, pengangkutan ke TPA, maupun pengolahan di berbagai lokasi.
Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah
Darto mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan berperan aktif dalam upaya pengurangan sampah sejak dari sumbernya. Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah menjadi kunci penting dalam mendukung program pengelolaan sampah yang lebih baik. Pemkot Bandung juga memastikan bahwa penanganan terhadap penumpukan sampah di TPS akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Dengan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan proses pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti dapat terus berjalan lancar dan efektif, demi terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat untuk masyarakat Kota Bandung.
➡️ Baca Juga: Jalur Tengah Temanggung Siap Dilalui Jelang Mudik, Aman dan Lancar untuk Pemudik
