Program Relawan Bakti BUMN 2026 Sukses Perkuat Desa Wisata Bulok oleh PTPN Group

Di tengah tantangan dan peluang yang dihadapi oleh masyarakat pedesaan, Program Relawan Bakti BUMN 2026 hadir sebagai inisiatif yang menjanjikan. Berlangsung dari tanggal 16 hingga 19 Agustus 2026 di Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, program ini bertujuan untuk memberdayakan berbagai elemen masyarakat, termasuk pelaku UMKM, pengelola guest house, pelajar, serta kelompok tani. Melalui serangkaian kegiatan yang berfokus pada ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan penguatan desa wisata, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Kolaborasi untuk Mewujudkan Misi
Program ini merupakan hasil kerjasama antara Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan InJourney Group, dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan serta Pemerintah Desa Bulok, dan berbagai elemen masyarakat lokal. Kolaborasi ini menciptakan sinergi yang kuat dalam pelaksanaan program, menjadikannya lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Peran pemerintah daerah sangat penting dalam hal koordinasi dan penyelarasan kegiatan. Ini memastikan bahwa setiap aktivitas yang dilakukan selama program sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat dan melibatkan perangkat daerah serta masyarakat itu sendiri. Keterlibatan semua pihak menjadi kunci untuk kelancaran dan keberhasilan program.
Pemberdayaan Ekonomi untuk UMKM
Salah satu fokus utama dari Program Relawan Bakti BUMN 2026 adalah pemberdayaan pelaku UMKM. Sebanyak 40 pelaku usaha mikro kecil dan menengah mengikuti pelatihan yang berfokus pada penyusunan laporan keuangan dan digitalisasi usaha. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola usaha, sehingga dapat bersaing di pasar yang semakin ketat.
Selain itu, enam pengelola guest house juga mendapatkan pelatihan dalam bidang hospitality. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan standar pelayanan, kebersihan, dan kenyamanan bagi para pengunjung, yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan daya tarik desa wisata Bulok.
Pendidikan untuk Generasi Muda
Di sektor pendidikan, sekitar 150 siswa mengikuti program Relawan Mengajar yang memberikan pengetahuan penting. Materi yang diajarkan mencakup berbagai topik, mulai dari pentingnya konsumsi makanan bergizi, pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif, hingga pembelajaran tentang kedisiplinan.
Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga membangun kesadaran mereka tentang isu-isu kesehatan dan sosial yang krusial, menjadikan mereka lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.
Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat
Kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian dalam program ini. Kegiatan jalan sehat dan posyandu yang diadakan melibatkan sekitar 400 orang. Kegiatan ini mencakup pemeriksaan kesehatan untuk anak-anak dan orang dewasa, serta pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan asam urat. Selain itu, peserta juga menerima obat-obatan ringan dan makanan bergizi.
Dengan kegiatan tersebut, masyarakat diberikan akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.
Aksi Lingkungan Sebagai Tanggung Jawab Bersama
Program ini juga mencakup aksi lingkungan yang melibatkan 10 Relawan Bakti BUMN dan 71 warga setempat. Melalui kolaborasi ini, mereka berhasil mengumpulkan sekitar 700 kilogram sampah dari kawasan Pantai Teluk Nipah. Kegiatan pembersihan ini tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Selain itu, kegiatan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 81 meter menjadi simbol kebanggaan dan semangat nasionalisme dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Keterlibatan relawan dan warga dalam kegiatan ini menunjukkan rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan dan negara.
Memastikan Keberlanjutan Program
Denaldy Mulino Mauna, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), mengungkapkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari tingkat keterlibatan masyarakat dan kapasitas yang ditinggalkan setelah program selesai. “Relawan Bakti BUMN dirancang untuk memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama yang akan melanjutkan perubahan,” ujarnya.
Melalui pendekatan ini, diharapkan potensi Desa Bulok dapat dikelola secara mandiri, memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi modal utama untuk menjaga keberlanjutan program, sehingga kolaborasi antara BUMN, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat perlu terus diperkuat.
Testimoni dari Pelaku Usaha Lokal
Supriyanto, salah satu pelaku usaha homestay di Desa Bulok, menyatakan bahwa program ini telah meningkatkan profil Desa Bulok dan membuka wawasan baru dalam pengelolaan lingkungan serta peluang ekonomi bagi masyarakat. “Desa Bulok memiliki potensi yang masih dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak,” tambahnya.
Menurut Supriyanto, kegiatan pembersihan Pantai Teluk Nipah membuat lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat. Ia juga menyoroti bahwa bantuan dalam pengelolaan sampah memberikan pemahaman bahwa sampah, jika dikelola dengan baik, bisa memiliki nilai ekonomi.
“Kami sangat berterima kasih atas bimbingan, arahan, dan ilmu yang diberikan. Semoga pengetahuan ini bisa kami aplikasikan dalam kegiatan serta pengembangan Desa Bulok ke depan,” ungkapnya.
Membangun Masa Depan yang Berkelanjutan
Secara keseluruhan, Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Desa Bulok menunjukkan bahwa kolaborasi antara berbagai pihak dapat menciptakan dampak yang signifikan. Dari pemberdayaan ekonomi untuk UMKM hingga peningkatan kesadaran kesehatan dan lingkungan, setiap aspek dari program ini saling mendukung untuk menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya saing.
Melalui pendekatan yang inklusif dan kolaboratif, program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat untuk terus berkembang di masa depan. Dengan mempertahankan semangat gotong royong dan kolaborasi, Desa Bulok memiliki potensi untuk menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam pengembangan berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Bagaimana Solusi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Tengah Eskalasi Perang? Ini Tiga Skenario Kemenhaj
➡️ Baca Juga: Sinopsis Film The Karate Kid: Dre Parker Belajar Kung Fu dan Menggali Keberanian Diri




