www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

slot depo 10k slot depo 10k
Olahraga

Parathakorn Suyasri dan Luke Evan Moore Menjuarai Beregu, Xu Andi Raih Trofi The Indonesia Pro-Am 2026

Di tengah persaingan ketat dunia golf, The Indonesia Pro-Am 2026 berhasil menarik perhatian para penggemar olahraga ini dengan pertunjukan yang luar biasa. Dalam ajang yang berlangsung di Gunung Geulis Country Club, Bogor, duet Parathakorn Suyasri dari Thailand dan Luke Evan Moore tampil gemilang dengan meraih gelar juara dalam kategori beregu. Dengan total skor 180 pukulan selama tiga putaran, pasangan ini berhasil mempertahankan posisi teratas mereka hingga putaran final yang berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kemenangan ini bukan hanya menandai prestasi mereka, tetapi juga menjadi momen bersejarah bagi Suyasri, yang meraih gelar beregu keempatnya dalam Asian Development Tour (ADT).

Dominasi Suyasri dan Moore dalam Kategori Beregu

Suyasri dan Moore menunjukkan performa yang sangat mengesankan sepanjang turnamen. Mereka sukses mengungguli pasangan Gabriele De Barba dari Italia dan Andree Harahap, yang berakhir di posisi kedua dengan skor 181. Persaingan di kategori beregu ini berlangsung sangat ketat, dengan pasangan Kosuke Hamamoto dan Alwin Ciputra menempati posisi ketiga dengan total skor 182. Hal ini menunjukkan bahwa setiap putaran sangat krusial bagi semua peserta.

Setelah meraih kemenangan, Suyasri mengungkapkan rasa syukurnya: “Saya sangat senang. Luke adalah seorang pemain yang luar biasa. Dia memiliki pemahaman yang mendalam tentang kondisi lapangan di Gunung Geulis. Kami menjadi tim yang sangat solid dan menikmati tiga hari yang menyenangkan.” Pernyataan ini mencerminkan sinergi yang terjalin antara mereka, yang menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka di turnamen ini.

Persaingan Ketat di Kategori Beregu

Dalam kategori beregu, kompetisi tidak hanya melibatkan pegolf profesional, tetapi juga amatir, yang menunjukkan bahwa The Indonesia Pro-Am memberikan platform yang inklusif bagi semua pemain. Pasangan Jazz Janewattananond dan Matthew Wanandi juga menunjukkan performa baik dengan mencatatkan skor yang sama dengan Hamamoto dan Ciputra, namun harus puas di posisi keempat. Michael Ortolani dan Maureen Shavelle Yose melengkapi lima besar dengan total skor 183, menunjukkan bahwa persaingan di turnamen ini sangat ketat.

  • Parathakorn Suyasri dan Luke Evan Moore: 180 pukulan
  • Gabriele De Barba dan Andree Harahap: 181 pukulan
  • Kosuke Hamamoto dan Alwin Ciputra: 182 pukulan
  • Jazz Janewattananond dan Matthew Wanandi: 182 pukulan
  • Michael Ortolani dan Maureen Shavelle Yose: 183 pukulan

Format Pro-Am yang Menarik

Format Pro-Am yang diterapkan dalam turnamen ini menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta. Michael Wanandi, President Director Combiphar, menegaskan bahwa penyelenggaraan The Indonesia Pro-Am terus disempurnakan untuk memberikan pengalaman yang berbeda bagi pegolf, baik profesional maupun amatir. Sejak diperkenalkan pada tahun 2023, format ini menggabungkan kompetisi individu dengan beregu, memberikan kesempatan lebih luas bagi semua pemain untuk berkompetisi.

“Selain menampilkan nomor individual, turnamen ini juga mengedepankan kategori beregu, yang ternyata sangat disukai oleh para pegolf amatir,” ujarnya. Kerjasama dengan Gunung Geulis Country Club menjadi komponen penting dalam menciptakan suasana kompetisi yang berbeda dan mendukung perkembangan pegolf nasional.

Peluang untuk Pegolf Indonesia

Agung Budiman, President Director Gunung Geulis Country Club, juga mengungkapkan bahwa ajang ini memberikan kesempatan bagi pegolf Indonesia untuk memperlihatkan kemampuan mereka di hadapan pemain internasional. “The Indonesia Pro-Am adalah platform bagi para pegolf nasional kita untuk berkembang dan meningkatkan permainan mereka,” kata Agung. Tiga pegolf Indonesia, Kevin C. Akbar, Peter Gunawan, dan Amadeus Susanto, berhasil bersaing hingga putaran akhir, menunjukkan bahwa mereka mampu menghadapi tantangan dari pegolf asing.

Xu Andi Raih Gelar Individual

Dalam kategori individual, pegolf muda asal China, Xu Andi, berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan mengumpulkan total 195 pukulan, atau 18 di bawah par. Xu yang berusia 24 tahun memulai putaran final dari posisi teratas dan berhasil mempertahankan keunggulannya hingga akhir pertandingan. Dengan permainan solidnya, Xu mengalahkan Darcy Brereton dari Australia, yang finis dengan skor 196, atau 17 di bawah par.

Di tengah tekanan yang meningkat setelah melakukan bogey di hole ke-14, Xu menunjukkan ketenangan dan fokus. Ia mampu bangkit dengan birdie di hole ke-15 dan menutup pertandingan dengan tiga birdie beruntun di hole terakhir. “Saya tidak melihat papan skor sampai hole ke-15, saat ada papan leaderboard di samping green,” ungkap Xu. Sikapnya yang tenang dan fokus pada permainan menjadi kunci keberhasilannya.

Momen Bersejarah bagi Xu Andi

Gelar juara ini menjadi trofi profesional pertama bagi Xu setelah menyelesaikan masa kuliahnya pada tahun 2024. Saat ini, ia tengah menjalani musim pertamanya di Asian Tour dan Asian Development Tour. “Rasanya luar biasa. Sejujurnya, sudah lama sekali saya tidak merasakan kemenangan seperti ini. Kemenangan terakhir saya terjadi saat kuliah, dan bisa menang di level profesional sangat berarti bagi saya,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.

Kevin C. Akbar, Wakil Tuan Rumah Terbaik

Di antara pegolf Indonesia, Kevin C. Akbar mencatatkan hasil terbaik dengan menempati posisi T6. Ia berhasil menyelesaikan turnamen dengan total skor 202 pukulan, atau 11 di bawah par. Kevin mencatatkan skor 65 pada putaran pertama, 67 pada putaran kedua, dan 70 pada putaran final. Hasil ini menjadi salah satu pencapaian terbaiknya di ajang The Indonesia Pro-Am, setelah sebelumnya meraih juara pada edisi 2023.

Penyelenggara berharap turnamen ini dapat terus menjadi ajang yang mendukung pegolf Indonesia untuk meningkatkan pengalaman dan keterampilan bersaing di level internasional. Managing Director Nomura Singapore Limited, Hirosumi Sekita, juga mencatat bahwa perkembangan turnamen dalam empat tahun terakhir menunjukkan tren positif, baik dari sisi jumlah peserta maupun prestasi yang diraih.

Perkembangan Positif The Indonesia Pro-Am

“Penyelenggaraan The Indonesia Pro-Am dalam empat tahun terakhir menunjukkan kemajuan positif dari peserta dan hasil yang diukir para pemain,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa turnamen ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas permainan golf di Indonesia.

Hasil Akhir The Indonesia Pro-Am 2026

Berikut adalah hasil akhir dari The Indonesia Pro-Am 2026 untuk kategori individual dan beregu:

Kategori Individual

  • Xu Andi (CHI) — 195 (-18)
  • Darcy Brereton (AUS) — 196 (-17)
  • Minhyeok Yang (KOR) — 198 (-15)
  • Michele Ortolani (ITA) — 199 (-14)
  • Khavish Varadan (MAS) — 200 (-13)
  • Roberto Lebrija (MEX) — 202 (-11)
  • Kevin C. Akbar (INA) — 202 (-11)

Kategori Beregu (Pro-Am)

  • Parathakorn Suyasri (THA)/Luke Evan Moore — 180
  • Gabriele De Barba (ITA)/Andree Harahap — 181
  • Kosuke Hamamoto (THA)/Alwin Ciputra — 182
  • Jazz Janewattananond (THA)/Matthew Wanandi — 182
  • Michael Ortolani (ITA)/Maureen Shavelle Yose — 183

Dengan prestasi yang ditorehkan dalam The Indonesia Pro-Am 2026, baik pegolf profesional maupun amatir menunjukkan bahwa mereka siap bersaing di tingkat internasional. Turnamen ini bukan hanya sebuah kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya untuk mengembangkan olahraga golf di Indonesia.

➡️ Baca Juga: Mummy 4 Resmi Diproduksi, Brendan Fraser dan Rachel Weisz Kembali Beraksi dalam Film Terbaru

➡️ Baca Juga: Atur Pola Serangan Badminton yang Efektif untuk Mencegah Lawan Membaca Strategi Anda

Related Articles

Back to top button