Gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 memberikan dampak signifikan, tidak hanya dalam hal kebutuhan bantuan darurat tetapi juga terhadap kelancaran distribusi energi di daerah tersebut. Di tengah upaya pemulihan, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), gas LPG, dan avtur menjadi sangat penting untuk menjaga aktivitas masyarakat dan mendukung mobilisasi bantuan. PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan serangkaian langkah strategis, termasuk penggunaan jalur pasokan alternatif dan layanan bagi pengungsi.
Penyediaan Avtur Melalui Jalur Alternatif
Untuk memastikan kelangsungan operasional penerbangan, Pertamina Patra Niaga telah menerapkan skema suplai darurat dari Integrated Terminal Bima. Pengiriman avtur ke Labuan Bajo dilakukan menggunakan mobil tangki atau bridger melalui jalur laut. Meskipun waktu pengiriman lebih lama dibandingkan kondisi normal, langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar pesawat, terutama selama proses pemulihan jalur distribusi utama.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa konektivitas udara merupakan elemen krusial dalam penanganan pascabencana. “Dalam situasi darurat, konektivitas udara mendukung pergerakan bantuan, personel kemanusiaan, serta penerbangan komersial. Karena itu, kami segera menyiapkan pola suplai alternatif untuk memastikan layanan avtur di Labuan Bajo tetap terjaga selama proses pemulihan,” tuturnya dalam keterangan yang dikeluarkan pada 28 Agustus 2026.
Koordinasi dengan Instansi Terkait
Pertamina Patra Niaga juga memperkuat kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk memantau kebutuhan avtur bagi penerbangan menuju Labuan Bajo. Pengelolaan pasokan dilakukan dengan menambah volume pengisian avtur di bandara keberangkatan, serta memanfaatkan bandara alternatif di Lombok, Kupang, dan Denpasar sesuai dengan kebutuhan operasional.
“Kami terus melakukan sinergi dengan berbagai pihak selama masa pemulihan ini. Pengaturan kebutuhan avtur dilakukan dengan cermat, mempertimbangkan kondisi operasional penerbangan, termasuk optimalisasi pengisian dari bandara yang tersedia,” tambah Kitty.
Distribusi BBM yang Terus Dipulihkan
Selain avtur, langkah pemulihan juga fokus pada ketersediaan BBM di wilayah yang terkena dampak gempa. PT Elnusa Petrofin (EPN) berkomitmen untuk mempercepat pemulihan operasional di Fuel Terminal Reo. Anak perusahaan PT Elnusa Tbk ini mengutamakan keselamatan personel sambil mendukung normalisasi penyaluran BBM Pertamina kepada masyarakat.
Manager Corporate Communication & Relations PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, menekankan bahwa keselamatan personel dan kelangsungan distribusi energi menjadi perhatian utama. “Seluruh langkah yang diambil dilakukan secara terukur, dengan tetap memprioritaskan keamanan. Kami juga beradaptasi dengan kondisi akses di lapangan agar kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan aman dan optimal,” jelasnya.
Pengawasan Langsung oleh Komisaris Utama
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, juga melakukan peninjauan langsung ke Fuel Terminal Labuan Bajo untuk memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga. Ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk memastikan distribusi energi di daerah terdampak berjalan dengan baik.
Penyaluran LPG dan Bantuan untuk Pengungsi
Ketersediaan energi untuk masyarakat yang terkena dampak gempa tidak hanya terbatas pada BBM dan avtur. Gas LPG juga menjadi sangat diperlukan untuk mendukung aktivitas dapur umum selama masa pengungsian. Melalui Posko Pertamina Patra Niaga di Barang Kolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, bantuan Bright Gas disiapkan untuk memenuhi kebutuhan di dapur umum.
Pertamina Patra Niaga juga menyuplai air bersih dan bantuan logistik ke berbagai titik pengungsian di Desa Mekendetung, Desa Blatatatin, dan Desa Habi. Beberapa bantuan yang disalurkan antara lain:
- Mi instan
- Air minum
- Tenda pengungsian
- Beras
- Obat-obatan
Selama masa pemulihan, Pertamina Patra Niaga tidak hanya fokus pada kebutuhan logistik. Layanan kesehatan dan dukungan psikologis juga menjadi perhatian, terutama untuk anak-anak dan lansia. Tim medis Pertamina Patra Niaga melalui regional Jatimbalinus memberikan layanan kesehatan dan Psychological First Aid (PFA) untuk membantu proses pemulihan masyarakat yang terdampak.
Dukungan Kesehatan dan Psikologis
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa bantuan di posko disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat selama di pengungsian. “Kami menyalurkan bantuan sembako dan obat-obatan, serta menyiagakan empat dokter dan tenaga medis untuk layanan kesehatan. Untuk anak-anak dan lansia, kami juga menyediakan Psychological First Aid agar mereka tidak mengalami trauma berkepanjangan akibat bencana,” kata Roberth.
Dia menambahkan bahwa pemantauan terhadap kebutuhan warga di pengungsian akan terus dilakukan agar bantuan dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Pertamina Patra Niaga juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, Polri, dan berbagai pihak lain yang terlibat dalam penanganan bencana untuk memastikan ketersediaan BBM dan bantuan lainnya dapat terpenuhi dengan baik.
➡️ Baca Juga: Malinau Perkuat Kolaborasi Antar Sektor untuk Mempercepat Penghapusan TBC
➡️ Baca Juga: Ferrari Tampilkan Sayap Flip-Flop Inovatif di GP China, Hamilton Terkesima
