PAM Bandarmasih Tingkatkan Distribusi Mobil Tangki hadapi Dampak Kemarau

Di tengah tantangan kemarau yang melanda, PAM Bandarmasih di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengambil langkah strategis untuk meningkatkan distribusi air bersih. Melalui armada mobil tangki, perusahaan ini berkomitmen untuk memastikan pasokan air yang cukup bagi pelanggan dan fasilitas umum. Dengan kondisi sumber air baku yang semakin tidak menentu, langkah ini menjadi sangat krusial demi menjaga kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Pengawasan Operasional Mobil Tangki

Yulia Riana Sari, selaku Direktur Umum dan Pemasaran PAM Bandarmasih, melakukan pemantauan langsung terhadap kegiatan operasional mobil tangki di Instalasi Pengolahan Air (IPA) 2 Pramuka. Pada kesempatan tersebut, ia mengawasi mulai dari proses pengisian air hingga pengantaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Keterlibatan langsung ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memastikan setiap langkah distribusi air berjalan optimal.

Upaya Menjaga Akses Air Bersih

Riana menyatakan bahwa mobil tangki merupakan salah satu solusi inovatif yang diterapkan PAM Bandarmasih untuk menjaga aksesibilitas air bagi pelanggan. Utamanya, fasilitas umum yang sangat bergantung pada pasokan air. Di tengah fluctuasi sumber air baku, perusahaan berupaya keras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami terus berupaya agar pasokan air tetap bisa sampai kepada pelanggan. Khususnya fasilitas-fasilitas umum yang vital bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. Dalam situasi seperti ini, kami mesti memaksimalkan pelayanan yang kami berikan,” ungkap Riana.

Pemantauan Kualitas Air Baku

Riana juga menjelaskan bahwa meskipun proses pengambilan dan pengolahan air baku tidak dihentikan sepenuhnya, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi kadar garam yang terus berubah. Pengolahan air dilakukan hanya ketika kadar air berada pada ambang yang aman untuk diolah. Ini menunjukkan betapa pentingnya pemantauan kualitas air di setiap tahap operasional.

Dengan pola operasional yang fleksibel ini, petugas operator yang bekerja selama 24 jam dituntut untuk terus memantau kondisi air baku. Setiap peluang untuk melakukan pengolahan harus dimanfaatkan sebaik mungkin demi menjaga produksi dan distribusi air kepada pelanggan.

Strategi Pengolahan Air

“Saat ini, sistem yang kami terapkan adalah buka tutup selama 24 jam, mengikuti kondisi air baku yang ada. Begitu kondisi memungkinkan, kami akan segera mengolah dan mendistribusikannya,” jelas Riana. Pendekatan ini membuktikan bahwa PAM Bandarmasih beradaptasi dengan baik terhadap tantangan yang ada.

Kolaborasi dan Keterlibatan Tim

Dalam upaya meningkatkan layanan, Riana mengajak seluruh pegawai PAM Bandarmasih untuk berperan aktif dalam mendukung pelayanan. Setiap pegawai diharapkan dapat menyesuaikan tugas mereka dengan kebutuhan penanganan situasi darurat yang diakibatkan oleh kemarau.

Riana menekankan pentingnya kolaborasi antarunit untuk memaksimalkan sumber daya yang ada. Dengan demikian, setiap langkah yang diambil dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan air bagi pelanggan dan fasilitas umum yang terdampak gangguan distribusi.

Komitmen Terhadap Pelayanan Pelanggan

“Kami meminta maaf kepada seluruh pelanggan jika saat ini pelayanan kami belum optimal. Kami memahami bahwa air adalah kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat. Kami terus berupaya agar seluruh tim dapat bekerja dengan baik demi melewati kondisi ini dan mengembalikan pelayanan ke keadaan normal,” tuturnya.

Dengan langkah-langkah yang diambil PAM Bandarmasih, diharapkan distribusi mobil tangki dapat memberikan dampak positif dalam memenuhi kebutuhan air bersih di tengah tantangan kemarau yang ada. Perusahaan ini berkomitmen untuk selalu beradaptasi dan mencari solusi terbaik demi kesejahteraan masyarakat Banjarmasin.

➡️ Baca Juga: Semifinal Piala FA: Chelsea Hadapi Leeds, Manchester City Melawan Southampton

➡️ Baca Juga: Tiga Tersangka Ditetapkan Polda DIY Dalam Kasus Pembubaran Ibadah GMS Bantul

Exit mobile version