6 Ruang Kelas Darurat SMAN 2 Mereudeu di Kabupaten Pidie Jaya Aceh Resmi Dibuka

Sebagai upaya pemulihan pasca-banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah meresmikan enam Ruang Kelas Darurat (RKD) di SMA Negeri 2 Mereudeu. Pencapaian ini merupakan langkah penting dalam mempercepat proses pembangunan dan rekonstruksi pendidikan di kawasan yang terkena dampak bencana.
Peresmian Ruang Kelas Darurat
Pada kunjungannya ke SMA Negeri 2 Mereudeu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, telah meresmikan enam RKD. Selain itu, beliau juga menyapa siswa, menyerahkan bantuan buku, dan memberikan motivasi. Menurut beliau, pembangunan RKD ini dilakukan sebagai langkah antisipasi sementara menunggu rekonstruksi gedung utama sekolah.
“Kami terus berupaya agar rekonstruksi gedung sekolah dapat segera dilakukan. Dan ketika gedung sekolah sudah berdiri, RKD dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti kantin atau kegiatan belajar lainnya,” ungkap Menteri Mu’ti.
Respon Kepala Sekolah
Muhammadiah, Kepala SMA Negeri 2 Mereudeu, menyambut baik kehadiran RKD dan mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen atas atensinya terhadap sekolah ini. Menurutnya, SMA Negeri 2 Mereudeu merupakan salah satu sekolah yang paling parah terdampak banjir pada akhir November 2025 lalu.
“Di tengah suasana Bulan Suci Ramadan ini, kami bersyukur atas peresmian enam RKD. Kami sangat menghargai kunjungan Menteri Mu’ti, ini menjadi momentum bagi kami untuk bangkit dan terus berusaha menjadi lebih baik,” ujar Diah.
Perencanaan Pembangunan Gedung Baru
Dalam waktu dekat, SMA Negeri 2 Mereudeu juga akan melakukan pembangunan gedung baru oleh Kemendikdasmen bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat. Seluruh bangunan gedung sekolah akan dihancurkan dan dibangun kembali sesuai dengan perencanaan gambar bangunan yang baru.
“Terima kasih Kemendikdasmen dan Pak Menteri. Semoga bantuan yang kami terima dapat digunakan dengan baik dan menjadi berkah bagi semua anggota sekolah SMA Negeri 2 Mereudeu,” terang Diah.
Respon Siswa
Keberadaan RKD juga mendapatkan respon positif dari siswa. Israqiah, siswa SMA Negeri 2 Mereudeu, merasa senang bisa kembali belajar di ruang kelas. Sebelum ada RKD, proses pembelajaran berlangsung di tenda darurat dengan beralaskan kain terpal.
“Saya melihat langsung proses pembangunan RKD ini yang sangat cepat. Ruangannya cukup baik, ada bangku, meja, dan papan tulis. Senang rasanya bisa kembali belajar di ruang kelas,” ujar Isra.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ziadatul Una, yang merasa bahagia terkait peresmian enam RKD. Menurutnya, kembali ke ruang kelas merupakan hal yang dinanti-nantikan olehnya dan teman-temannya setelah terjadinya bencana banjir di Pidie Jaya.
Bantuan Tambahan
Selain meresmikan RKD, Menteri Mu’ti juga memberikan sejumlah bantuan buku pembelajaran dan Bantuan Pendidikan Tahun 2026 senilai Rp 25 juta. Sebagai informasi, di Kabupaten Pidie Jaya terdapat 21 RKD yang tersebar di lima sekolah, dan per 6 Maret 2026 Kemendikdasmen telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) kepada 1.642 sekolah dengan nilai bantuan mencapai lebih dari Rp1,741 triliun.
- 1.357 sekolah melakukan kerja sama secara swakelola.
- 187 sekolah lainnya bekerja sama dengan TNI AD.
➡️ Baca Juga: Hamish Daud Tunaikan Umrah di Bulan Ramadan Saat Perayaan Ulang Tahunnya
➡️ Baca Juga: Nuzulul Qur’an Kenegaraan: Quraish Shihab Berdoa untuk Presiden Prabowo, Mengulas Kekuasaan Ilahi




