Mendagri Dorong Pemda Tingkatkan Peran Diskominfo demi Efektivitas Kebijakan Publik

Dalam upaya meningkatkan efektivitas kebijakan publik, Menteri Dalam Negeri mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat peran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Penguatan ini sangat penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan pemahaman yang jelas tentang program-program pemerintah serta informasi akurat terkait berbagai kebijakan yang dilaksanakan. Di era di mana informasi beredar dengan cepat, peran Diskominfo menjadi semakin krusial dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan publik.
Rapat Koordinasi dan Arahan Strategis
Arah ini disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri dalam Rapat Koordinasi Orkestrasi Agenda Setting yang diadakan hybrid pada Rabu, 14 Oktober 2026. Dalam forum tersebut, pemerintah membahas pentingnya penyelarasan komunikasi agar informasi mengenai program dan pencapaian pemerintah dapat tersampaikan dengan lebih efektif kepada masyarakat. Rapat ini menjadi wadah bagi pemerintah untuk merumuskan langkah strategis dalam menanggapi tantangan komunikasi yang ada.
Dalam penjelasannya, Menteri Dalam Negeri menekankan bahwa dukungan serta legitimasi publik adalah faktor yang sangat penting dalam penyelenggaraan pemerintahan di negara demokrasi. Persepsi masyarakat terhadap kebijakan pemerintah, katanya, sangat dipengaruhi oleh informasi yang disampaikan melalui berbagai saluran media.
Peran Media dalam Mempengaruhi Persepsi Publik
Menteri Dalam Negeri menyatakan, “Persepsi publik dalam memberikan dukungan sangat dipengaruhi oleh peran media.” Pernyataan ini diungkapkan saat ia mengikuti kegiatan secara daring dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri di Jakarta. Dalam konteks ini, media diharapkan dapat berfungsi sebagai jembatan untuk menyampaikan informasi yang jelas dan faktual kepada masyarakat.
Namun, tantangan yang dihadapi dalam komunikasi publik kian kompleks, terutama di era digital. Fenomena penyebaran informasi yang tidak akurat, atau dikenal dengan istilah ‘firehose of falsehood’, menjadi masalah besar. Pola penyebaran informasi yang salah ini, jika tidak ditangani dengan baik, dapat membuat masyarakat lebih mudah terpapar informasi yang keliru ketimbang informasi yang benar.
Pentingnya Komunikasi yang Terencana
Oleh karena itu, pemerintah dituntut untuk memastikan bahwa program-program positif dapat dikomunikasikan dengan baik, menjangkau masyarakat secara luas. Dalam konteks pemerintahan daerah, Diskominfo memegang posisi strategis sebagai mitra pemerintah pusat dalam menyelaraskan narasi dan memperkuat penyampaian informasi publik. Diskominfo diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam penyampaian informasi yang jelas dan akurat.
“Dalam konteks daerah, Diskominfo adalah mitra penting yang harus dipahami dengan baik,” tegasnya. Dengan pemahaman yang baik, Diskominfo diharapkan dapat menyatukan narasi yang disampaikan kepada publik, sehingga informasi yang diterima masyarakat dapat konsisten dan tidak membingungkan.
Manajemen Media yang Sistematis
Selain penyelarasan narasi, pemerintah daerah juga didorong untuk menerapkan manajemen media yang sistematis, baik melalui media konvensional maupun media sosial. Koordinasi yang baik antara Diskominfo di tingkat provinsi dan kabupaten/kota dengan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI perlu diperkuat. Hal ini bertujuan agar informasi terkait kebijakan pusat dapat didukung dengan pemberitaan mengenai program dan capaian di daerah.
- Koordinasi yang efektif antara Diskominfo dan Bakom untuk informasi yang sejalan.
- Penyampaian informasi yang tidak mengabaikan pelaksanaan program di masing-masing wilayah.
- Penguatan saluran komunikasi untuk memudahkan penyelarasan informasi.
- Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyampaikan program.
- Pentingnya keterlibatan Diskominfo dalam komunikasi publik.
Melalui koordinasi yang baik ini, diharapkan komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan secara sinergis, tanpa mengesampingkan informasi terkait implementasi program di daerah masing-masing. Diskominfo juga harus memiliki saluran komunikasi yang efektif untuk menjamin penyelarasan informasi dengan Bakom RI.
Dukungan Terhadap Diskominfo
Menteri Dalam Negeri mengingatkan, “Saya meminta kepada teman-teman di Diskominfo untuk mendukung, dan memiliki saluran komunikasi yang baik dengan Bakom, serta kami akan membantu Bakom melalui Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan bahwa Diskominfo dapat beroperasi seiring dengan pemberitaan dari Bakom.” Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat komunikasi publik demi kepentingan masyarakat.
Penguatan komunikasi publik juga harus diimbangi dengan perhatian yang lebih besar terhadap kelembagaan Diskominfo di daerah. Diakui bahwa urusan komunikasi dan informatika merupakan layanan wajib non-pelayanan dasar. Oleh karena itu, sektor ini sering kali tidak mendapatkan prioritas yang memadai di beberapa pemerintah daerah.
Pentingnya Fungsi Komunikasi Publik
Padahal, fungsi komunikasi publik sangat penting untuk menjelaskan program-program yang dicanangkan, menyampaikan hasil kerja pemerintah, serta membangun pemahaman masyarakat terhadap kebijakan yang diterapkan. Untuk itu, dukungan terhadap Diskominfo perlu ditingkatkan melalui pembenahan anggaran, penambahan jumlah personel, ketersediaan alat, serta pengembangan jenjang karier pegawai di sektor ini.
- Perbaikan anggaran untuk mendukung kegiatan komunikasi.
- Peningkatan jumlah personel untuk menangani komunikasi publik.
- Penyediaan peralatan yang memadai untuk operasional Diskominfo.
- Pemenuhan jenjang karier pegawai agar lebih profesional.
- Peningkatan kapasitas Diskominfo dalam menyampaikan informasi.
Menteri Dalam Negeri menegaskan, “Kita harus memperkuat kehumasan. Oleh karena itu, perhatian terhadap anggaran, jumlah personel, peralatan, dan juga jenjang karier harus dijadikan prioritas.” Hal ini menunjukkan betapa pentingnya investasi dalam sumber daya manusia dan infrastruktur yang mendukung pengelolaan komunikasi yang efektif.
Penyusunan Anggaran yang Jelas
Selain memperkuat sumber daya, pemerintah daerah juga diminta untuk menyusun perencanaan anggaran komunikasi dan informatika dengan jelas agar penggunaannya tepat sesuai kebutuhan. Penempatan kepala Diskominfo sebaiknya juga mempertimbangkan pengalaman dan pemahaman di bidang komunikasi dan informatika, sehingga dapat menjalankan tugasnya dengan efektif.
Dengan langkah-langkah yang tepat, peran Diskominfo dalam meningkatkan efektivitas kebijakan publik dapat maksimal. Pemerintah daerah diharapkan mampu menjadikan Diskominfo sebagai pusat informasi yang handal, berfungsi sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, serta mampu menjawab tantangan komunikasi di era digital saat ini.
➡️ Baca Juga: Pencarian Wisatawan yang Hanyut di Air Terjun Lombok Barat Masih Berlanjut
➡️ Baca Juga: Lionel Messi Menghadapi Keraguan untuk Melanjutkan Karier Sepak Bola Setelah Kehilangan Ayah




