Harga Daging Sapi di Jakarta Melonjak Menjelang Lebaran 2026, Capai Rp155 Ribu per Kg

Menjelang perayaan Idulfitri 2026, harga sejumlah komoditas pangan di Jakarta menunjukkan kenaikan yang signifikan. Lonjakan permintaan masyarakat seiring dengan berakhirnya bulan Ramadan menjadi pendorong utama bagi kenaikan harga berbagai bahan pokok, terutama pada komoditas protein hewani seperti daging sapi serta bahan-bahan lainnya seperti cabai.
Harga Daging Sapi di Jakarta Terus Meningkat
Berdasarkan informasi dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia, harga daging sapi kualitas I di DKI Jakarta pada hari Senin, 16 Maret, telah mencapai Rp155.000 per kilogram. Kenaikan ini sudah melampaui Harga Acuan Penjualan yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp140.000 per kilogram.
Selain daging sapi kualitas I, harga daging sapi kualitas II juga menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Di wilayah DKI Jakarta, harga daging sapi kualitas II kini berada di kisaran Rp145.850 per kilogram.
Penyebab Kenaikan Harga
Junaidi, seorang pedagang daging di Pasar Minggu, mengungkapkan bahwa kenaikan harga daging sapi menjelang Lebaran merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun. Meningkatnya konsumsi masyarakat pada periode ini menjadi faktor utama yang mendorong harga menjadi lebih tinggi.
“Setiap tahun kami mengalami situasi yang sama, harga daging sapi naik karena permintaannya meningkat. Sementara itu, stok tidak selalu dapat mengimbanginya,” jelas Junaidi.
Meski harga daging mengalami kenaikan, permintaan dari konsumen tetap terbilang tinggi. Banyak pelanggan yang tetap membeli daging sapi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun untuk usaha kuliner menjelang Lebaran.
“Kemungkinan besar harga masih bisa naik lagi mendekati hari H lebaran nanti. Puncaknya mungkin sehari sebelum Idul Fitri dan bisa mencapai Rp160.000 per kilogram,” tambahnya.
Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan Daging Sapi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa ketersediaan pasokan daging sapi di Jakarta tetap aman. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mendatangkan sapi impor dari Australia yang tiba di Dermaga 101 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada tanggal 23 Februari lalu.
Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga kestabilan harga daging sapi menjelang Hari Raya Idulfitri. Selain itu, dengan adanya pasokan baru, diharapkan dapat memenuhi lonjakan permintaan masyarakat selama bulan Ramadan hingga Lebaran.
“Dengan masuknya sapi dari Australia ini, kami berharap harga daging bisa tetap stabil dan tidak mengalami lonjakan yang signifikan,” ungkap Pramono.
Kebutuhan Daging Sapi di Jakarta
Untuk diketahui, kebutuhan daging sapi dan kerbau di DKI Jakarta diperkirakan mencapai sekitar 65 ton per hari. Angka ini biasanya akan meningkat pada saat momen hari besar keagamaan seperti Ramadan dan Idulfitri.
Kenaikan konsumsi pada periode tersebut diperkirakan mencapai sekitar empat persen jika dibandingkan dengan hari-hari biasa. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya untuk memastikan pasokan tetap tersedia agar tidak terjadi lonjakan harga yang terlalu tinggi.
Memantau Harga dan Ketersediaan Pangan
Masyarakat juga dapat memantau perkembangan harga dan ketersediaan pangan melalui sistem Info Pangan Jakarta yang terintegrasi dengan aplikasi JAKI (Jakarta Kini). Sistem ini menyediakan informasi harga berbagai komoditas pangan di sejumlah pasar yang ada di Jakarta.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berusaha memperkuat kemandirian pasokan daging melalui pengelolaan oleh Perumda Dharma Jaya. Perusahaan daerah ini diharapkan dapat mengoptimalkan infrastruktur yang telah ada untuk menjaga keberlanjutan pasokan daging sapi di Jakarta.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Daging Sapi
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi harga daging sapi di Jakarta antara lain:
- Peningkatan permintaan saat bulan Ramadan dan Idulfitri
- Ketersediaan pasokan daging sapi dari dalam dan luar negeri
- Stabilitas harga bahan pakan ternak
- Perubahan cuaca yang mempengaruhi produksi ternak
- Regulasi pemerintah terkait impor dan distribusi daging
Dengan memahami faktor-faktor ini, masyarakat dapat lebih siap menghadapi fluktuasi harga daging sapi, terutama menjelang perayaan besar seperti Idulfitri. Penting bagi konsumen untuk selalu update mengenai informasi harga dan ketersediaan, agar tidak terjebak dalam situasi yang merugikan.
Dengan demikian, diharapkan semua pihak dapat berkolaborasi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan daging sapi di Jakarta, sehingga masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan tenang dan penuh kebahagiaan. Pemerintah dan para pedagang diharapkan dapat saling mendukung agar kebutuhan akan daging sapi dapat terpenuhi dengan baik.
➡️ Baca Juga: Anya Geraldine Bagikan Kronologi Saat Menerima Kabar Duka Vidi Aldiano
➡️ Baca Juga: Kemenkeu Salurkan 40 Persen TKD Tambahan ke 3 Provinsi Terdampak Bencana Sumatra


