Desa Wisata Dipromosikan ke Australia sebagai Daya Tarik Wisata Edukasi yang Menarik

Jakarta – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, bekerjasama dengan Garuda Indonesia dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney, berinisiatif untuk memperkenalkan desa wisata di Indonesia sebagai destinasi wisata edukasi yang kaya akan sejarah, seni, budaya, serta kehidupan masyarakat lokal. Upaya ini bertujuan untuk menggali potensi desa-desa wisata sebagai tempat belajar yang autentik bagi wisatawan.
Menawarkan Pengalaman Belajar yang Berharga
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak hal untuk ditawarkan di luar Bali. “Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia menawarkan pengalaman belajar yang autentik dan berkesan di berbagai destinasi unggulan lainnya,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta pada 15 Agustus.
Wisata edukasi dibidik sebagai salah satu peluang untuk memperkenalkan Indonesia tidak hanya sebagai destinasi liburan, tetapi juga sebagai “kelas hidup” (living classroom) yang memberikan pengalaman belajar melalui interaksi dengan budaya, alam, serta kehidupan masyarakat lokal.
Pentingnya Wisata Edukasi
Perjalanan edukasi merupakan salah satu segmen pariwisata berkualitas yang memiliki nilai tambah yang tinggi. Karakteristik dari perjalanan ini memiliki potensi untuk memperpanjang masa tinggal wisatawan dan membangun interaksi yang lebih mendalam antara mereka dengan masyarakat, budaya lokal, serta ekosistem pendidikan di destinasi yang dikunjungi.
Seiring dengan besarnya potensi pasar, generasi muda global menjadi faktor pendukung utama. Menurut WYSE Travel Confederation dan UN Tourism, diperkirakan dari sekitar 350 juta pemuda yang melakukan perjalanan pada tahun 2025, sekitar 23 persen di antaranya adalah pelajar.
Australia sebagai Pasar Strategis
Australia menjadi salah satu pasar strategis bagi pariwisata Indonesia. Diperkirakan pada tahun 2025, kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia dapat mencapai 1.754.791 kunjungan, menjadikannya sebagai pasar wisatawan mancanegara terbesar kedua bagi Indonesia.
Hingga Juni 2026, tercatat bahwa kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia mencapai 864.750, mengalami peningkatan sebesar 6,29 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Ini menunjukkan potensi yang terus berkembang bagi sektor pariwisata Indonesia.
Dampak Positif dari Perjalanan Pemuda
Industri perjalanan pemuda memiliki potensi besar dan berfungsi sebagai kekuatan positif. Selain memberikan dampak ekonomi, segmen ini mampu memperkuat pertukaran pengetahuan, membangun jaringan internasional, dan memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi pembelajaran yang berkualitas.
Untuk mendukung promosi ini, Kementerian Pariwisata menggelar serangkaian acara pada 3–4 Agustus 2026. Kegiatan diawali dengan program “Indonesia Goes to School: Experience Wonderful Indonesia in the Classroom” di Claremont College, Sydney. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan pengalaman wisata edukasi Indonesia secara langsung kepada kepala sekolah, guru, dan siswa melalui lokakarya interaktif.
Menjelajahi Budaya dan Tradisi
Para peserta dalam kegiatan ini berkesempatan untuk belajar membatik bersama Desa Wisata Wukirsari, mengikuti pelajaran tari tradisional dari Desa Wisata Taro, serta berpartisipasi dalam kegiatan bermain angklung dan meronce kerajinan dari biji hanjeli. Selain itu, mereka juga terlibat dalam storytelling yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa dan Budaya Indonesia NSW, yang mencakup pembacaan buku edukatif tentang hanjeli dari Desa Wisata Hanjeli.
Networking untuk Masa Depan
Acara diakhiri dengan “EduTourism Networking Event” pada 4 Agustus 2026, yang mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan mitra industri perjalanan dan pemangku kepentingan pendidikan di New South Wales, Australia. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang pariwisata edukasi.
- Pemaparan produk unggulan wisata edukasi
- Table-top meeting
- Sesi jejaring
- Pertunjukan budaya
- Diskusi tentang potensi desa wisata
Desa Wisata sebagai Ruang Pembelajaran
Produk yang diperkenalkan dalam promosi ini mencakup Desa Wisata Wukirsari di Yogyakarta yang menonjolkan pembelajaran mengenai seni tradisi, kearifan lokal, dan kerajinan batik yang berstandar dunia. Di sisi lain, Desa Wisata Taro di Bali menawarkan pengalaman belajar yang berfokus pada lingkungan, keberlanjutan, dan pelestarian budaya.
Konsul Jenderal RI Sydney, Pendekar Muda Leonards Sondakh, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang tidak hanya sebagai destinasi liburan, tetapi juga sebagai tujuan perjalanan yang menyediakan berbagai ruang pembelajaran yang bermanfaat bagi wisatawan.
Kesempatan untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Dengan mengedepankan desa wisata edukasi, Indonesia dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat lokal sekaligus memberikan kontribusi positif bagi sektor pariwisata. Pengalaman belajar yang ditawarkan di desa-desa ini menciptakan peluang bagi wisatawan untuk memahami lebih dalam mengenai budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia.
Hal ini tidak hanya menguntungkan bagi wisatawan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal yang terlibat dalam kegiatan wisata edukasi. Dengan demikian, desa wisata edukasi bukan hanya sekadar tempat berlibur, melainkan juga menjadi sarana untuk menciptakan kesadaran global dan saling pengertian antarbudaya.
Memperkuat Citra Indonesia di Mata Dunia
Inisiatif promosi desa wisata edukasi ini diharapkan dapat memperkuat citra Indonesia di mata dunia sebagai destinasi belajar yang tidak hanya menarik tetapi juga kaya akan nilai-nilai pendidikan. Masyarakat internasional diharapkan dapat melihat Indonesia sebagai tempat yang menawarkan berbagai wawasan dan pengalaman yang berharga.
Melalui pendekatan ini, Kementerian Pariwisata berharap dapat menarik lebih banyak wisatawan, terutama generasi muda, untuk berkunjung ke Indonesia dan merasakan langsung keindahan serta kekayaan budaya yang ada di desa-desa wisata.
Menggali Potensi Sumber Daya Manusia
Wisata edukasi juga berperan penting dalam menggali potensi sumber daya manusia di Indonesia. Dengan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat lokal, desa wisata dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka, sehingga mampu bersaing dalam industri pariwisata global.
Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di berbagai sektor, termasuk pariwisata. Dengan langkah ini, diharapkan desa-desa wisata dapat menjadi model bagi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis komunitas.
Melihat Masa Depan Wisata Edukasi di Indonesia
Dengan potensi yang dimiliki, wisata edukasi di desa-desa wisata Indonesia memiliki masa depan yang cerah. Kesadaran akan pentingnya pendidikan dan pelestarian budaya semakin meningkat, dan desa wisata menjadi salah satu solusi untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Dengan pelaksanaan program-program yang tepat dan kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat lokal, dan pihak swasta, desa wisata edukasi dapat berkembang menjadi salah satu sektor unggulan dalam industri pariwisata. Ini akan memberikan manfaat tidak hanya bagi wisatawan, tetapi juga bagi masyarakat lokal yang terlibat dalam pengelolaan dan pengembangan desa wisata.
Seiring dengan terus berkembangnya teknologi dan informasi, desa wisata edukasi di Indonesia dapat memanfaatkan platform digital untuk mempromosikan diri dan menjangkau audiens yang lebih luas. Dengan demikian, desa-desa ini tidak hanya menjadi lokasi wisata, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran yang diakui secara internasional.
Dengan langkah-langkah strategis yang diambil oleh Kementerian Pariwisata dan para pemangku kepentingan terkait, desa wisata edukasi di Indonesia berpotensi untuk menjadi destinasi unggulan yang menarik perhatian dunia, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan masyarakat dan pelestarian budaya.
➡️ Baca Juga: 10 Transfer Termahal Serie A 2026: Goncalo Ramos Puncaki Daftar Teratas
➡️ Baca Juga: Bupati Bogor Tegaskan WFH ASN Tidak Pengaruhi Kualitas Pelayanan kepada Masyarakat




