Mengungkap Fakta Sejarah Galata Tower, Penanda Dominasi Langit Istanbul

Galata Tower, menara batu yang telah terjaga selama lebih dari enam abad di kota Istanbul, Turki, memberikan kesan mendalam dengan siluetnya yang menjulang di antara kumpulan bangunan tua di area Beyoğlu. Sebuah ikon yang populer, menara ini tidak hanya menjadi saksi dari perubahan peradaban yang terjadi, tetapi juga menawarkan pengunjung kesempatan untuk menikmati pemandangan kota Istanbul dari ketinggian. Dari atas menara, pengunjung dapat memandang Selat Bosphorus, kubah-kubah masjid bersejarah, dan kawasan kota tua yang melintasi dua benua.
Galata Tower pertama kali didirikan pada tahun 1384 oleh komunitas imigran Italia dari Genoa. Pada masa tersebut, kawasan Galata merupakan pusat perdagangan penting yang didominasi oleh pedagang Eropa. Menara ini kemudian berfungsi sebagai bagian dari sistem pertahanan kota dan menara pengawas pelabuhan. Seiring berjalannya waktu, banyak peristiwa penting dalam sejarah berlangsung di menara ini. Contohnya, gempa bumi pada abad ke-16 yang merusak sebagian dari struktur bangunan ini, sebelum akhirnya diperbaiki di era Kekaisaran Ottoman oleh arsitek Murad bin Hayreddin.
Jejak sejarah Galata Tower masih bisa dilihat dari desain arsitekturnya hingga saat ini. Sampai lantai ketiga, pengunjung dapat melihat ciri khas arsitektur Genoa. Sementara lantai-lantai di atasnya menunjukkan pengaruh gaya Ottoman yang berkembang setelahnya. Dengan tinggi sekitar 66,9 meter, Galata Tower menjadi salah satu titik observasi yang paling favorit di Istanbul. Dari lantai observasi di bagian atas, pengunjung dapat melihat pemandangan 360 derajat kota, termasuk panorama bangunan tua, menara masjid, dan jalur perairan yang memisahkan Eropa dan Asia.
Pada sore hari, pemandangan dari atas Galata Tower menjadi semakin menakjubkan dengan cahaya matahari yang perlahan tenggelam di balik cakrawala kota Istanbul. Menara ini juga dikenal melalui kisah legendaris dari penjelajah Ottoman, Evliya Çelebi. Dalam catatannya, Çelebi menulis tentang seorang perintis penerbangan Ottoman, Hezarfen Ahmet Çelebi, yang konon melompat dari puncak Galata Tower dengan sayap buatan di lengannya pada abad ke-17. Dengan bantuan angin, Hezarfen berhasil terbang melintasi Selat Bosphorus dan mendarat di kawasan Üsküdar di sisi Asia Istanbul.
Meski kebenaran dari kisah ini masih diperdebatkan, legenda tersebut tetap menjadi bagian dari sejarah Galata Tower yang menarik bagi pengunjung. Sampai saat ini, Galata Tower tidak hanya menjadi monumen bersejarah, tetapi juga menjadi ikon yang terus memberikan pengalaman dan pengetahuan tentang sejarah Istanbul kepada pengunjungnya.
➡️ Baca Juga: DPR RI Bersiap Lakukan Fit and Proper Test: 10 Kandidat Pimpinan OJK Siap Bersaing di Arena Peringkat Google
➡️ Baca Juga: Satgas PRR Optimis Capai Relokasi Total Pengungsi Sebelum Lebaran Meski Penurunan Signifikan