Pemkot Bima Tingkatkan Nilai Ekonomi Melalui Inisiatif Pengelolaan Sampah Plastik

Pemerintah Kota Bima, yang terletak di Nusa Tenggara Barat, tengah menginisiasi program yang bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sampah plastik dengan nilai ekonomi. Melalui Gerakan Rabu Amal Sampah (RAMAH), pemerintah berupaya untuk tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, tetapi juga meningkatkan nilai tambah dari sampah yang berhasil dikumpulkan. Inisiatif ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan sampah di masyarakat.
Menumbuhkan Kesadaran Masyarakat
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima, Syahrial Nuryadin, menjelaskan bahwa gerakan ini bertujuan untuk membangun budaya memilah dan mengelola sampah mulai dari sumbernya. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadikan masyarakat lebih sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar.
Perubahan Perilaku dalam Pengelolaan Sampah
Menurut Syahrial, RAMAH bukan hanya sekadar pengumpulan sampah plastik, melainkan merupakan bagian dari transformasi perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Dengan meningkatkan kesadaran, diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah yang lebih baik.
Pencapaian Gerakan RAMAH
Selama pelaksanaan Gerakan RAMAH pada pekan ini, DLH Kota Bima berhasil mengumpulkan sekitar 15 kilogram sampah botol plastik. Sampah yang terkumpul ini selanjutnya akan dikelola dengan cara memanfaatkan bahan-bahan yang memiliki nilai ekonomi, menjadikannya lebih bermanfaat.
Pemilahan Sampah Sejak Dini
Syahrial menekankan pentingnya pemilahan sampah yang harus dimulai dari rumah atau tempat kerja. Masyarakat diharapkan untuk memisahkan botol plastik dan sampah lainnya yang berpotensi bernilai ekonomi sebelum dibawa ke lokasi pengumpulan.
- Mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.
- Memberikan peluang bagi pengelolaan sampah sebagai sumber nilai ekonomi.
- Memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.
- Mendorong kolaborasi antar perangkat daerah.
- Menjadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari.
Kolaborasi Antar Perangkat Daerah
Gerakan RAMAH merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Wali Kota Bima yang mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) serta non-ASN untuk aktif mengumpulkan sampah plastik yang bernilai ekonomis pada setiap hari Rabu. Dalam hal ini, DLH Kota Bima meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, dan kelurahan untuk meningkatkan partisipasi serta menerapkan gerakan ini secara konsisten.
Pentingnya Keterlibatan Bersama
Syahrial mengungkapkan bahwa keterlibatan berbagai perangkat daerah sangat vital untuk menjadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab DLH, melainkan memerlukan kolaborasi dari semua pihak untuk mengubah perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
Upaya Pemerintah dalam Pengelolaan Sampah
Inisiatif ini juga merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Bima untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Sebelumnya, pemerintah telah mendorong pemilahan sampah sejak dari sumbernya, memperkuat bank sampah, serta mengembangkan fasilitas pengolahan sampah guna meningkatkan pemanfaatan sampah bernilai ekonomi.
Data Terkini Gerakan RAMAH
Berdasarkan data dari DLH Kota Bima, Gerakan RAMAH menunjukkan perkembangan yang positif. Hingga Juli 2026, program ini telah berhasil mengumpulkan sebanyak 171,93 kilogram sampah botol plastik yang disetorkan secara berkala ke Bank Sampah Induk Karaso Rasa.
Harapan untuk Masa Depan
Syahrial berharap partisipasi masyarakat dan aparat pemerintah akan terus meningkat. Dengan demikian, sampah plastik yang sebelumnya menjadi beban lingkungan dapat dikelola menjadi material yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Langkah Sederhana untuk Dampak Besar
Gerakan ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan kolektif. Memilah sampah dari rumah dan membawa sampah plastik ke tempat pengumpulan adalah langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi lingkungan. Dengan partisipasi aktif dari masyarakat, pengelolaan sampah plastik tidak hanya akan mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru.
➡️ Baca Juga: Satgas TNI Laksanakan Pengobatan Keliling untuk Meningkatkan Kesehatan Warga Papua
➡️ Baca Juga: Optimasi SEO: Tindakan Polisi Terhadap Permintaan Insanul Fahmi, Fakta Tanpa Spekulasi


