Ajang Internasional Perlu Digali Potensi Ekonominya, Jangan Hanya Jadi Seremonial

Dalam era globalisasi saat ini, penyelenggaraan ajang internasional dapat menjadi kunci untuk memacu pertumbuhan ekonomi, terutama dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Namun, seringkali potensi ini tidak dimanfaatkan secara optimal, dan acara-acara tersebut hanya menjadi seremonial tanpa dampak signifikan terhadap perekonomian lokal. Pengamat pariwisata Azril Azahari menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara berbagai kementerian dan pemerintah daerah agar potensi ekonomi ajang internasional dapat tergali dengan lebih maksimal.
Pentingnya Koordinasi Lintas Sektor
Azril menjelaskan bahwa penyelenggaraan acara pariwisata tidak terbatas pada kegiatan bisnis seperti Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Namun, juga mencakup acara-acara khusus yang memiliki nilai tambah, seperti festival musik, karnaval, festival kuliner, serta peragaan busana. Kegiatan-kegiatan ini memiliki peran penting dalam meningkatkan daya tarik destinasi di Indonesia dan berkontribusi pada aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
“Acara-acara khusus memiliki potensi yang sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata, baik pada tingkat nasional maupun internasional. Sayangnya, selama ini perhatian lebih banyak tertuju pada MICE,” ungkap Azril dalam sebuah diskusi di Jakarta baru-baru ini.
Memaksimalkan Potensi Ekonomi Acara
Menurut Azril, untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dari berbagai jenis acara, diperlukan pengelolaan yang terintegrasi. Hal ini menjadi semakin penting mengingat penyelenggaraan acara melibatkan berbagai sektor, mulai dari pariwisata, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dia juga mengingatkan bahwa pemisahan antara sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat menciptakan tantangan dalam hal koordinasi dan pengelolaan subsektor yang saling terkait. Misalnya, sektor makanan dan minuman serta hiburan secara konseptual merupakan bagian dari subsektor perhotelan dan jasa keramahtamahan. Keterhubungan ini perlu diperhatikan dalam setiap program pengembangan agar semua subsektor dapat berkembang secara terarah.
Dampak Ekonomi dari Penyelenggaraan Acara
Di samping itu, penyelenggaraan acara berpotensi menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang dapat memperluas dampak ekonomi. Tidak hanya dari penjualan tiket, tetapi juga dapat menyebar ke sektor-sektor pendukung pariwisata yang lain, seperti akomodasi, transportasi, kuliner, serta produk-produk kreatif lokal.
- Penjualan tiket dan akses acara
- Penggunaan layanan akomodasi hotel
- Transportasi untuk peserta dan pengunjung
- Pengeluaran untuk makanan dan minuman
- Promosi produk lokal dan kerajinan tangan
Oleh karena itu, Azril menekankan pentingnya koordinasi antara Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan kementerian yang berfokus pada UMKM. Kerjasama ini harus dilakukan secara efektif melalui koordinasi di tingkat kementerian koordinator agar semua pihak bekerja sinergis.
Integrasi Program dengan Pemerintah Daerah
Selain koordinasi di tingkat pusat, program-program juga perlu terintegrasi dengan pemerintah daerah. Ini dapat dilakukan melalui Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) dan rencana induk pembangunan kepariwisataan daerah (RIPPDA). Integrasi ini penting agar setiap daerah dapat merencanakan dan melaksanakan acara dengan memperhatikan potensi dan karakteristik lokal.
Monitoring dan Evaluasi Efektivitas Acara
Azril menambahkan bahwa monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan acara harus dilakukan secara terpadu. Ini penting untuk mengukur dampak ekonomi yang dihasilkan dari setiap acara yang dilaksanakan. Pengukuran tersebut akan memberikan data yang akurat mengenai besaran efek pengganda, kontribusi subsektor acara terhadap produk domestik bruto (PDB), serta potensi subsektor yang memiliki daya saing untuk dikembangkan lebih lanjut.
“Dengan data yang tepat, kita dapat mengetahui potensi subsektor acara yang berdaya saing serta kontribusinya terhadap PDB,” imbuhnya. Pengukuran yang baik akan membantu dalam perencanaan dan pengembangan yang lebih tepat sasaran.
Menjadi Instrumen Daya Saing Parwisata
Azril percaya bahwa melalui koordinasi lintas sektor dan evaluasi yang terintegrasi, penyelenggaraan ajang internasional dapat berfungsi sebagai instrumen untuk memperkuat daya saing pariwisata. Selain itu, ini juga akan mengoptimalkan kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional, menjadikannya lebih tangguh dan berkelanjutan.
Penting bagi kita untuk tidak hanya melihat ajang internasional sebagai acara seremonial semata, melainkan sebagai peluang besar untuk menciptakan dampak ekonomi yang nyata. Dengan mengoptimalkan potensi ekonomi ajang internasional, Indonesia dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Gol Bukayo Saka Bawa Arsenal Menang 1-0 Atas Aston Villa di Liga Inggris
➡️ Baca Juga: KIP Kuliah dan SNPMB 2026 Terintegrasi dengan UTBK Gratis dan Bantuan Hidup Rp1,4 Juta




