Upaya Dinas PU Dikeruknya Alur Sungai 3.335 Meter untuk Cegah Gagal Panen di Bengawan Jero

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo telah mengambil langkah signifikan untuk menangani masalah kekeringan yang mempengaruhi lahan pertanian di kawasan Bengawan Jero, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Langkah ini mencakup normalisasi sungai, pengaturan distribusi air, serta operasional pompa untuk meningkatkan pasokan irigasi. Dengan tindakan ini, diharapkan dapat mencegah terjadinya gagal panen yang dapat merugikan petani dan masyarakat setempat.
Normalisasi Sungai Deket: Solusi untuk Penyediaan Air
Kegiatan penanganan kekeringan ini berfokus pada normalisasi Sungai Deket yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan. Normalisasi ini bertujuan untuk memperlancar aliran air dari Sungai Blawi menuju jaringan irigasi dan areal pertanian. Dengan pengaturan yang lebih baik, ketersediaan air untuk irigasi diharapkan dapat meningkat secara signifikan.
Pernyataan Menteri PU tentang Kesiapsiagaan Air
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa Kementerian PU berkomitmen untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak kekeringan. Melalui optimalisasi sumber daya air yang ada, kementerian ini berupaya menjaga keberlanjutan layanan irigasi bagi masyarakat yang bergantung pada pertanian.
“Air adalah fondasi yang sangat penting untuk pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan dengan cepat, terukur, dan terintegrasi. Ini termasuk mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air agar ketersediaan air dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelas Dody dalam sebuah pernyataan.
Proses Normalisasi Menggunakan Alat Berat
Proses normalisasi Sungai Deket dilakukan dengan memanfaatkan berbagai alat berat, seperti excavator amphibi Komatsu PC 70 dan Ultratek PC 45, serta satu unit excavator amphibi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hingga tanggal 9 September 2026, total panjang alur sungai yang berhasil dibuat telah mencapai 3.335 meter dari target keseluruhan sekitar 4.000 meter.
Dalam kegiatan terbaru, excavator amphibi Ultratek PC 45 berhasil menyelesaikan pembuatan alur sepanjang 50 meter dengan lebar 2 meter dan kedalaman 1 meter. Sedangkan excavator Komatsu PC 70 telah menyelesaikan pekerjaan sepanjang 580 meter, dan alat dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengerjakan total 1.120 meter dari alur yang ditargetkan.
Normalisasi Sungai Lainnya untuk Mendukung Irigasi
Selain fokus pada Sungai Deket, BBWS Bengawan Solo juga melaksanakan normalisasi pada Sungai Corong dan Sungai Malang untuk memastikan distribusi air ke jaringan irigasi berjalan lancar. Tindakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan aliran air yang sangat dibutuhkan oleh para petani di daerah tersebut.
Peningkatan Pasokan Air Melalui Operasional Pompa
Untuk lebih meningkatkan pasokan air, BBWS telah mengoperasikan pompa di Pintu Melik II, yang berfungsi untuk meningkatkan debit aliran dari Sungai Bengawan Solo menuju Sungai Blawi. Langkah ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan air irigasi di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Deket, Glagah, Turi, Karangbinangun, dan Kalitengah, yang mencakup area seluas sekitar 3.386 hektare.
- 3.379 hektare dari total area tersebut telah terairi.
- 7 hektare lainnya masih dalam proses pemenuhan kebutuhan air.
- Pengoperasian pompa dilakukan untuk mengalirkan air dari Sungai Deket ke saluran sekunder dan petak sawah.
- BBWS juga menggunakan 3 unit pompa alkon 6 inci dan 3 inci untuk meningkatkan distribusi air.
- 1 unit mobile pump dan 1 unit trailer pump juga digunakan untuk mendukung pengairan.
Status Operasional Pompa di Bengawan Jero
Berdasarkan status operasional pompa pada tanggal 9 September 2026, terdapat empat mesin pompa yang beroperasi di Pintu Melik II, masing-masing dengan durasi sekitar 8 jam dan kapasitas sekitar 250 liter per detik. Secara keseluruhan, volume aliran keluar dari lokasi ini tercatat mencapai sekitar 28.800 m³. BBWS juga menerapkan jadwal gilir pelayanan air untuk lebih mengoptimalkan distribusi irigasi kepada masyarakat pengguna air.
Langkah Terpadu dalam Penanganan Kekeringan
Kepala BBWS Bengawan Solo, Gatut Bayuadji, menyatakan bahwa semua langkah penanganan dilakukan secara terpadu. Ini termasuk optimalisasi sumber air dari Sungai Blawi dan Sungai Bengawan Solo, serta peningkatan kapasitas aliran melalui normalisasi dan pemompaan. Tindakan ini diharapkan dapat memastikan ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian yang terdampak kekeringan.
“Kami melaksanakan penanganan kekeringan secara terpadu, mulai dari normalisasi alur sungai, pengoperasian pompa, hingga pengaturan pelayanan air. Semua ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan air irigasi yang sangat dibutuhkan oleh para petani,” ujar Gatut.
Rencana Ke Depan untuk Pembuatan Alur Sungai
Ke depan, BBWS Bengawan Solo akan melanjutkan pekerjaan pembuatan alur sungai sepanjang sekitar 665 meter hingga mencapai target total 4.000 meter sesuai dengan kebutuhan yang telah disampaikan oleh IP3A. Operasional pompa untuk menambah debit aliran dari Sungai Bengawan Solo menuju Sungai Blawi juga akan terus dilakukan berdasarkan kondisi kebutuhan air di lapangan.
Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Bengawan Solo menunjukkan komitmennya untuk terus melaksanakan langkah-langkah operasional dan teknis dalam menjaga ketersediaan air irigasi. Ini merupakan bagian dari upaya mendukung keberlangsungan kegiatan pertanian masyarakat di wilayah Bengawan Jero, sehingga diharapkan dapat mencegah terjadinya gagal panen di masa mendatang.
➡️ Baca Juga: Rekomendasi Jadwal Latihan Gym Mingguan Terbaik Untuk Transformasi Tubuh Pria Dan Wanita
➡️ Baca Juga: Kiat Mudik Lebaran 2026: Strategi Efektif Agar Tenang Menggunakan Mobil Listrik




